Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi sorotan dunia setelah ditangkap oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer. Penangkapan ini mengungkap sisi lain dari politikus sayap kiri tersebut, yang ternyata merupakan penggemar berat klub sepak bola Spanyol, Barcelona.
Penangkapan di Caracas oleh Pasukan Elit AS
Maduro, yang kini berusia 63 tahun, ditangkap di ibu kota Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/4/2026). Operasi penangkapan ini, yang diberi kode “Operasi Absolute Resolve”, melibatkan anggota pasukan elit Delta Force dari militer Amerika Serikat.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Amerika Serikat menuding Maduro mendukung kartel narkoba dan bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan obat-obatan terlarang. Penangkapan ini menandai puncak dari tekanan yang telah berlangsung berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela.
Perjalanan Politik dan Kecintaan pada Barcelona
Nicolas Maduro telah menjabat sebagai presiden Venezuela sejak tahun 2013, setelah memenangkan pemilihan umum pasca-meninggalnya pemimpin sebelumnya, Hugo Chavez.
Di luar kesibukannya sebagai kepala negara, Maduro dikenal luas sebagai seorang penggemar setia Barcelona. Menurut Mureks, kecintaannya pada klub Catalan itu bahkan membuatnya melontarkan kekecewaan mendalam ketika Barcelona melepas megabintang Lionel Messi pada tahun 2021.
Tak hanya mengungkapkan kekecewaan, Maduro juga tak segan melayangkan kritik tajam kepada Joan Laporta dan jajaran petinggi klub saat itu. Ia berpendapat bahwa Messi seharusnya diizinkan mengakhiri kariernya di Camp Nou.
“Apa yang mereka lakukan terhadap Messi benar-benar memalukan. Apabila mereka semena-mena terhadap pemain terbaik sepanjang sejarah, mereka bisa melakukan hal yang sama kepada siapa pun,” kata Maduro saat itu, dikutip dari Tribuna.
Kecintaan Maduro terhadap Blaugrana juga kerap terlihat di depan publik. Dalam beberapa kesempatan, ia tampil dengan jaket Barcelona, bahkan dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial, pemimpin Partai Sosialis Venezuela (PSUV) itu bercanda dengan menyebut dirinya sudah ‘dikontrak’ oleh klub tersebut.





