Trailer perdana game Divinity yang dipamerkan di The Game Awards pada Sabtu, 10 Januari 2026, mengejutkan banyak pihak dengan visualnya yang brutal dan gelap. Adegan-adegan seperti babi memakan muntahan, pesta pora di depan orang-orang yang dibakar ala Wicker Man, hingga kematian massal yang mengerikan, meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.
Kesan mengejutkan ini semakin kuat mengingat Larian Studios, pengembang di balik Divinity, baru saja meraih sukses besar dengan Baldur’s Gate 3 yang dikenal dengan elemen humor dan karakter uniknya, seperti beruang yang genit. Namun, Adam Smith, Direktur Penulisan Larian Studios, menjelaskan bahwa kegelapan dalam trailer tersebut memiliki tujuan yang spesifik.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Dalam sesi AMA (Ask Me Anything) di Reddit, Smith mengungkapkan bahwa trailer tersebut dirancang untuk menetapkan ekspektasi pemain terhadap dunia Divinity yang mungkin belum familiar bagi sebagian besar dari mereka. “Jika Anda telah melihat trailer pengumuman kami, Anda memiliki gambaran betapa gelapnya dunia Divinity,” tulis Smith.
Ia melanjutkan, “Kami ingin memberi pemain kesempatan untuk menjadi cahaya dalam kegelapan itu—sebuah inspirasi, seorang pahlawan, seorang juara. Kami juga akan membiarkan mereka meninggalkan dunia bahkan lebih buruk dari yang mereka temukan. Kami mendorong sejauh mungkin pada agensi pemain.”
Meskipun seri Divinity telah ada selama beberapa dekade dan memiliki beberapa judul game sebelum Baldur’s Gate 3, popularitas Larian Studios meroket setelah merilis game D&D tersebut. Ini berarti banyak pemain Baldur’s Gate 3 yang mungkin baru akan mengenal dunia Divinity tanpa gambaran awal.
Catatan Mureks menunjukkan, trailer yang intens ini berfungsi sebagai “pemanasan” bagi para pemain baru, memberikan mereka gambaran awal tentang atmosfer dan tantangan yang akan mereka hadapi. Pendekatan ini juga bukan yang pertama bagi Larian, mengingat trailer pengumuman Baldur’s Gate 3 yang pertama juga menampilkan adegan-adegan yang cukup mengerikan, seperti karakter yang memuntahkan giginya sendiri.
Smith juga sempat menyinggung isu penggunaan AI dalam pengembangan game Larian. Ia menegaskan bahwa studio tersebut telah menolak penggunaan AI generatif dalam seni konsep, meskipun mereka masih menjajaki teknologi AI di departemen lain. Namun, fokus utama diskusi tetap pada visi artistik di balik trailer Divinity yang berani dan ambisius.





