Penggemar serial fiksi ilmiah populer Netflix, Stranger Things, telah menanti-nanti musim kelima yang menjadi penutup petualangan di Hawkins. Banyak spekulasi beredar, terutama mengenai kemungkinan kematian karakter-karakter utama yang signifikan. Namun, Duffer Brothers, kreator di balik fenomena global ini, memiliki alasan tersendiri mengapa sebagian besar pahlawan mereka berhasil selamat hingga akhir.
Musim kelima Stranger Things yang telah tayang pada 2 Januari 2026, menandai berakhirnya saga yang telah memikat penonton selama hampir satu dekade. Meskipun prediksi penggemar, termasuk kekhawatiran akan nasib karakter seperti Steve Harrington, mengarah pada skenario kematian massal, kenyataannya berbeda. Selain Vecna dan Kali, hanya Eleven yang (tampaknya) mengorbankan diri di akhir cerita, dengan sedikit ambiguitas mengenai kelangsungan hidupnya dan pelariannya ke Islandia.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Filosofi Duffer Brothers di Balik Keputusan Krusial
Ross Duffer, salah satu dari Duffer Brothers, menjelaskan proses pengambilan keputusan di ruang penulis. “Di ruang penulis, saya rasa kami membahas semuanya,” ujar Ross Duffer kepada Deadline, mengutip pernyataan yang juga dipantau oleh Mureks. “Anda membahas segalanya, setiap kemungkinan, dan kami tahu sejak awal apa yang ingin kami lakukan dengan Eleven dan nasibnya, dan Anda membahas karakter-karakter lain, tetapi saya pikir pada akhirnya, bagi kami, acara ini adalah kisah petualangan. Ini adalah kisah tentang pendewasaan.”
Pendekatan ini menjadi kunci mengapa banyak karakter utama berhasil melewati berbagai ancaman. “So for us, it was really talking about those last 30, 40 minutes and where we wanted our characters to be and what we wanted their growth to be and where we wanted to leave them behind,” lanjut Ross Duffer. “Having those discussions is how we landed on [the idea] that we want our heroes, most of them, to make it out of there.”
Pengorbanan Eleven: Simbolis dan Esensial
Mengenai pengorbanan Eleven, Duffer Brothers menegaskan bahwa hal itu merupakan elemen yang esensial bagi narasi. “Eleven represents, in a lot of ways, the magic of childhood,” kata Ross Duffer dalam wawancara lain.
Pengorbanan ini bukan hanya sekadar plot twist, melainkan memiliki makna yang lebih dalam. “And we knew for our kids to be able to grow up, the magic had [to] leave Hawkins. There was never a version that we had written where it was Eleven down in that basement. It was never going to be that simple and that easy. It was finding a way to come up with an ending where it was not that simple, but also bittersweet, and that there was hope there,” tambahnya.
Seluruh musim Stranger Things kini dapat disaksikan di Netflix. Keputusan kreatif Duffer Brothers ini memberikan penutup yang sesuai dengan visi mereka, menyeimbangkan petualangan, pertumbuhan karakter, dan sentuhan pahit manis yang melekat pada kisah pendewasaan.






