Olahraga

Deretan Bintang Tunggal Putra Indonesia Era 90-an: Fondasi Kejayaan Sebelum Jonatan Christie

Bulu tangkis telah lama menjadi salah satu cabang olahraga kebanggaan Indonesia. Prestasi atlet-atletnya secara konsisten mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, mulai dari kejuaraan nasional, Asia, hingga Olimpiade.

Belakangan ini, nama Jonatan Christie kembali menjadi sorotan publik berkat raihan medali emas pada Asian Games 2018. Pencapaian Jonatan ini seolah mengulang kembali kejayaan sektor tunggal putra bulu tangkis Indonesia yang telah memiliki sejarah panjang. Mureks mencatat bahwa sebelum era Jonatan, Indonesia memiliki sejumlah atlet tunggal putra legendaris yang mendominasi di era 90-an. Berikut adalah lima di antaranya:

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Alan Budikusuma

Alan Budikusuma adalah salah satu ikon tunggal putra bulu tangkis Indonesia yang berhasil menorehkan sejarah di panggung dunia. Meski tidak diunggulkan, Alan sukses meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992, sebuah pencapaian yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia. Pria kelahiran Surabaya, 29 Maret 1968 ini juga mengoleksi berbagai gelar juara di turnamen bergengsi lainnya.

  • Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
  • Juara Malaysia Open 1995
  • Juara Indonesia Open 1993
  • Juara Invitasi Piala Dunia 1993
  • Juara German Open 1992
  • Juara China Open 1991
  • Juara Thailand Open 1989 dan 1991
  • Juara Dutch Open 1989

Ardy B. Wiranata

Ardy Bernardus Wiranata dikenal sebagai salah satu pebulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia berhasil meraih enam gelar juara di ajang Indonesia Open, sebuah rekor yang menunjukkan konsistensinya. Pada Olimpiade Barcelona 1992, Ardy meraih medali perak setelah harus mengakui keunggulan rekan senegaranya, Alan Budikusuma, di partai final. Atlet kelahiran 10 Februari 1970 ini juga mencatatkan banyak prestasi lain sepanjang kariernya.

  • Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992
  • Medali Perak Kejuaraan Dunia 1989
  • Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1991, 1993
  • Juara All England 1991
  • Juara SEA Games 1991
  • Juara Piala Dunia 1991
  • Juara Final GP 1994
  • Juara Indonesia Terbuka 6 kali (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997)
  • Juara Jepang Terbuka 3 kali (1991, 1992, dan 1994)
  • Juara China Terbuka 1989
  • Juara Malaysia Terbuka 1993
  • Juara Korea Terbuka 1994
  • Juara Singapura Terbuka 1994
  • Juara Taiwan Terbuka 1992
  • Juara Swedia Terbuka 1991 dan 1997
  • Juara U.S. Open Badminton 2000
  • Juara Piala Thomas 1994 dan 1996 (Tim Piala Thomas Indonesia)

Hariyanto Arbi

Hariyanto Arbi, tunggal putra jebolan PB Djarum, aktif bermain di era 90-an dan dikenal dengan julukan “Smash 100 watt”. Julukan ini ia peroleh setelah berhasil mengalahkan atlet Malaysia, Rashid Sidek, yang kala itu ditakuti karena pukulan kencangnya, pada final Piala Thomas 1994. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 21 Januari 1972 ini telah mengukir sejumlah prestasi gemilang.

  • Juara Hongkong Terbuka tahun 1994 dan 1995
  • Juara All England tahun 1993 dan 1994
  • Juara Jepang Terbuka tahun 1993 dan 1995
  • Juara Taipei Master tahun 1993 dan 1994
  • Juara dunia State Express 555 tahun 1994
  • Juara beregu ASEAN Games tahun 1994 dan perorangan
  • Juara di Kejuaraan Dunia tahun 1995
  • Juara Piala Thomas tahun 1994, 1996, 1998, 2000

Hendrawan

Hendrawan adalah atlet bulu tangkis Indonesia kelahiran Malang, 27 Juni 1972, yang juga berkiprah di era 90-an. Meskipun aktif di dekade tersebut, puncak karier kesuksesannya justru terjadi di awal tahun 2000-an. Ia berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Sydney 2000 dan menjadi juara dunia pada tahun 2001. Berikut adalah sederet prestasi yang berhasil diraih oleh Hendrawan:

  • Juara Piala Thomas 2002
  • Juara Kejuaraan Dunia 2001
  • Olimpiade Sydney 2000, Medali Perak
  • Juara Piala Thomas 2000
  • Juara Piala Thomas 1998
  • Juara Singapura Terbuka 1998
  • Juara Thailand Terbuka 1997
  • Juara Rusia Terbuka 1995

Taufik Hidayat

Siapa yang tidak mengenal Taufik Hidayat, salah satu pebulutangkis tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Atlet kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 ini dikenal dengan gaya bermainnya yang elegan dan pukulan backhand smash-nya yang mematikan. Prestasinya mencakup dua medali emas Asian Games berturut-turut pada tahun 2002 dan 2006, serta medali emas Olimpiade Athena 2004. Menurut Mureks, Taufik Hidayat adalah salah satu atlet yang paling konsisten di eranya.

  • 1998: Juara Brunei Open
  • 1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
  • 2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
  • 2001: Juara Singapore Open
  • 2002: Juara Sanyo-BNI Maybank Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
  • 2003: Juara Sanyo-BNI Maybank Indonesia Open
  • 2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
  • 2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
  • 2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
  • 2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
  • 2008: Juara Macau Open
  • 2009: Juara US Open, Juara India Open
  • 2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS

Taufik Hidayat resmi pensiun pada tahun 2013. Dalam konferensi persnya kala itu, Taufik menyerahkan tongkat estafetnya kepada salah satu tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Ia berharap, “Semoga tidak hanya prestasi Asian Games saja, tapi prestasi lainnya juga bisa diraih tunggal putra Indonesia di turnamen-turnamen selanjutnya.

Para atlet tunggal putra legendaris ini telah meletakkan fondasi kuat bagi kejayaan bulu tangkis Indonesia. Warisan semangat dan prestasi mereka terus menginspirasi generasi penerus untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Mureks