Demonstrasi kembali pecah di Teheran, Iran, pada Sabtu, 10 Januari 2026, di mana massa berkumpul di Lapangan Punak. Para demonstran menyalakan kembang api dan menyerukan slogan-slogan dukungan terhadap rezim Pahlavi, sebuah dinasti monarki yang pernah berkuasa di negara itu.
Aksi protes ini berlangsung di tengah langkah represif yang dilakukan otoritas Iran, termasuk pemadaman internet dan penindakan tegas terhadap massa. Meski demikian, para demonstran tetap terlihat memukul-mukul benda di sekitar mereka sebagai bentuk perlawanan, seperti yang terekam dalam video yang telah diverifikasi oleh AFP.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Slogan-slogan yang menyerukan dukungan untuk rezim Pahlavi menjadi sorotan. Rezim Pahlavi merupakan dinasti monarki yang memimpin Iran dari tahun 1925 hingga 1979, sebelum akhirnya digulingkan oleh Revolusi Islam Iran yang membentuk negara modern saat ini.
Gelombang demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh krisis ekonomi yang melanda Iran, menyebabkan melonjaknya biaya hidup dan merosotnya nilai mata uang rial. Dalam catatan Mureks, situasi ekonomi yang memburuk ini telah memicu ketidakpuasan publik yang meluas. Sebelumnya, Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran yang kini menyingkir ke Amerika Serikat, juga sempat menyerukan agar para demonstran merebut kota-kota besar di negara tersebut.






