Hiburan

Demo Flock Around Ungkap Tantangan Fotografi Satwa Liar, Bikin Penulis Mureks Ketagihan

Pada Kamis, 8 Januari 2026, sebuah demo game simulasi bernama Flock Around berhasil menarik perhatian Kara Phillips, seorang penulis dari Mureks. Game ini menawarkan pengalaman unik dalam fotografi satwa liar dan pengamatan burung virtual, yang menurut Phillips, jauh lebih nyaman dibandingkan harus menghadapi dinginnya musim dingin di dunia nyata.

Phillips, yang juga seorang pengamat burung di kehidupan nyata, mengakui bahwa meskipun ia memiliki pengetahuan dasar tentang identifikasi burung, demo Flock Around membuatnya menyadari bahwa ia mungkin tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk menjadi fotografer satwa liar profesional. Namun, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam game ini.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Menjelajahi Dunia Virtual Flock Around

Dalam Flock Around, pemain berperan sebagai karakter berbentuk silinder yang dapat dikustomisasi, dilengkapi dengan kamera. Tugas utamanya adalah menjelajahi taman virtual dan mengambil foto satwa liar setempat. Demo ini menyediakan buku panduan dengan 20 jenis burung yang harus dilacak dan difoto, namun tanpa petunjuk atau isyarat suara, membuat pencarian menjadi tantangan tersendiri.

Beruntungnya, pengalaman Phillips dalam mengamati burung di dunia nyata membantunya mengidentifikasi burung-burung kartun namun realistis dalam game, baik dari penampilan maupun suaranya. Namun, memotret mereka bukanlah tugas yang mudah. Mendekat terlalu dekat atau berbicara terlalu keras melalui obrolan proksimitas dengan teman-teman akan membuat burung-burung itu terbang menjauh. Kecepatan mereka yang tinggi seringkali membuat Phillips kehilangan jejak, memaksanya untuk mengulang pencarian di taman.

Setelah menyadari bahwa karakter dapat berjongkok dan berjalan perlahan, proses pengambilan gambar menjadi lebih mudah. Meskipun demikian, mengisi buku panduan tetap memiliki tingkat kesulitan, karena beberapa burung cukup menantang untuk ditemukan. Phillips membutuhkan waktu satu setengah jam untuk akhirnya melihat seekor yellow-rumped warbler, sebuah pengalaman yang mengingatkannya pada upaya setahun penuh untuk melihat common Kingfisher di kehidupan nyata.

Sistem Penilaian dan Ekonomi Game

Setiap halaman buku panduan menugaskan pemain untuk mendapatkan empat foto terpisah dari setiap burung: satu tampak depan, satu dari belakang, satu dari samping, dan satu saat terbang. Saat kamera diarahkan, burung-burung tersebut seolah berpose, menghilangkan kebutuhan untuk menunggu lama demi mendapatkan bidikan sempurna seperti di dunia nyata.

Foto-foto ini kemudian dinilai. Taman virtual dilengkapi dengan kotak “Develop-o-Tron” di mana pemain dapat mengisi ulang film kamera dan menjual foto-foto yang telah diambil. Di sini, pemain akan mendapatkan skor berdasarkan bidikan, dengan penilaian maksimal tiga bintang. Poin tambahan diberikan berdasarkan seberapa dekat pemain dengan burung, serta apakah itu pertama kalinya burung tersebut terlihat. Semakin baik bidikan, semakin banyak uang yang diperoleh, yang dapat digunakan untuk membeli pakaian untuk avatar atau bahkan kamera emas baru jika berhasil mengumpulkan $50.000.

Meskipun demikian, sistem ini tidak sepenuhnya sempurna. Phillips beberapa kali secara panik mengarahkan kamera dan menekan tombol rana untuk mengambil banyak foto tanah, cabang pohon, atau hanya kilasan objek yang samar-samar berbentuk burung, namun masih berhasil menerima tiga bintang. “Tentu, saya akan menerima kemenangan itu,” ujar Phillips, “tetapi rasanya tetap salah secara moral.” Terutama ketika foto-foto lain hanya mendapatkan komentar “Sebuah usaha telah dilakukan – $1”, terlepas dari apakah ada burung di dalamnya atau tidak.

Mureks mencatat bahwa salah satu daya tarik utama Flock Around adalah tidak adanya hukuman untuk foto-foto yang buruk. Karena tugas utamanya hanya berlari-lari dan mengambil foto, tidak ada tekanan atau konsekuensi negatif. Satu-satunya hal yang sedikit mengganggu dalam demo adalah ketika seekor burung dengan nyaman bertengger di kepala karakter, sebelum terbang dan meninggalkan kotoran di tempat ia duduk, yang terjadi berulang kali.

Antisipasi Rilis Penuh

Tidak butuh waktu lama bagi Phillips untuk ingin mencurahkan lebih banyak waktu ke dalam demo ini, memastikan setiap foto dari 20 burung yang dialokasikan sesempurna mungkin. Perasaan ini, menurut Mureks, kemungkinan besar akan terbawa hingga rilis penuh game tersebut. Flock Around belum memiliki jendela rilis, namun Phillips menyatakan antusiasmenya untuk kembali menjelajahi dunia game ini dan bertemu dengan lebih banyak teman berbulu virtual.

Mureks