Hiburan

Dari Lapangan Bisbol ke Pelindung Bumi: Kisah Kenji Sato dalam ‘Ultraman: Rising’

Film animasi aksi fiksi ilmiah terbaru, Ultraman: Rising (2024), menawarkan perspektif segar dari legenda Ultraman yang telah dikenal luas. Alih-alih hanya berfokus pada pertarungan heroik, film ini menggali lebih dalam konflik keluarga, beban tanggung jawab, dan esensi sejati menjadi seorang pelindung, baik sebagai pahlawan raksasa maupun manusia biasa.

Kisah ini berpusat pada Kenji Ken Sato, seorang atlet bisbol profesional yang tengah berada di puncak kariernya di Amerika Serikat. Namun, di tengah ambisinya meraih gelar juara, Ken membuat keputusan mengejutkan dengan kembali ke Jepang. Berbagai spekulasi bermunculan, termasuk dugaan masalah keluarga yang belum terselesaikan. Reporter Ami Wakita bahkan mencoba menguak misteri di balik kepulangan mendadak Ken.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Namun, kebenaran yang terungkap jauh lebih luar biasa. Ayah Ken, Profesor Sato, adalah Ultraman, pahlawan raksasa legendaris yang melindungi Jepang. Tanpa banyak pilihan, Ken yang mewarisi kekuatan sang ayah harus menerima takdir untuk mengenakan mantel Ultraman dan menghadapi ancaman kaiju yang terus berdatangan.

Setelah pertarungan sengit melawan monster Neronga, Ken justru dihadapkan pada keluhan warga. Ia merasa tidak dihargai dan meluapkan kekesalannya, mengingat ia tidak pernah menginginkan peran sebagai Ultraman. Di tengah tekanan ini, pikirannya terusik oleh hilangnya sang ibu, Emiko, secara misterius. Beban ganda sebagai atlet, pahlawan, dan anak yang kehilangan figur ibu semakin menekan Ken.

Situasi semakin rumit dengan kehadiran Dr. Onda, pemimpin Kaiju Defense Force (KDF) yang menyimpan dendam terhadap Ultraman dan para kaiju. Dr. Onda memantau pengiriman paket rahasia yang ternyata berisi telur kaiju. Saat misi pengiriman kacau akibat serangan Gigantron, telur tersebut menetas menjadi bayi kaiju. Menyadari niat KDF untuk memusnahkan makhluk kecil itu, Ultraman mengambil tindakan berani dengan membawa bayi kaiju tersebut kabur.

Bayi kaiju itu kemudian menganggap Ken sebagai orang tuanya. Dengan bantuan asisten AI bernama Mina, Ken terpaksa belajar mengasuh makhluk yang seharusnya menjadi musuh manusia. Hubungan unik ini perlahan tumbuh, membuka mata Ken tentang arti tanggung jawab dan kasih sayang. Menurut Mureks, dinamika antara Ken dan bayi kaiju ini menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan film ini dari kisah Ultraman sebelumnya.

Konflik dengan ayahnya yang telah lama renggang membuat segalanya semakin rumit. Pada akhirnya, Ken harus menelan gengsi dan meminta bantuan sang ayah. Di sinilah ia mulai memahami bahwa warisan Ultraman bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga tentang melindungi kehidupan, apa pun bentuknya. Film ini dibintangi oleh Christopher Sean sebagai Ken Sato, Tamlyn Tomita sebagai Mina, Gedde Watanabe sebagai Profesor Sato, dan Keone Young sebagai Dr. Onda.

Pemeran Utama Ultraman: Rising (2024)

AktorPeran
Christopher SeanKen Sato
Tamlyn TomitaMina
Rob FukuzakiGame Commentator
Hiro NakamuraKenji
Gedde WatanabeProfessor Sato
Keone YoungDr. Onda
Frank BuckleyAnnouncer
François ChauItow-san
Julia HarrimanAmi Wakita
Robert YasumuraKubo-san
Mureks