Manchester United dan Atalanta, dua klub besar Eropa, memiliki benang merah yang unik dalam sejarah transfer pemain. Sejumlah nama tercatat pernah memperkuat kedua tim, menciptakan narasi perjalanan karier yang beragam dan penuh dinamika. Dari talenta muda yang menjanjikan hingga kiper berpengalaman, tiga pemain ini menorehkan jejak yang berbeda saat berseragam Setan Merah dan La Dea.
Rasmus Hojlund: Dari Bintang Serie A ke Investasi Mahal Manchester United
Rasmus Hojlund menjadi sorotan utama ketika Manchester United merekrutnya dari Atalanta pada musim panas 2023 dengan banderol fantastis mencapai 85 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun. Striker kelahiran Denmark, 4 Februari 2003, ini mengawali karier di sejumlah klub lokal seperti Horsholm, Brondby, dan Copenhagen, sebelum merantau ke Sturm Graz pada Januari 2022.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Hanya tujuh bulan berselang, Hojlund menerima pinangan Atalanta. Bersama La Dea pada musim 2022/2023, ia mencetak 10 gol dari 34 penampilan. Torehan ini, meski tidak terlalu masif, sudah cukup meyakinkan Manchester United untuk berinvestasi besar padanya. Namun, investasi tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan di Old Trafford.
Selama dua musim membela Manchester United, Hojlund hanya menyumbangkan 26 gol dari 95 penampilan. Kondisi ini membuat MU memilih meminjamkannya ke Napoli pada awal musim 2025/2026. Ironisnya, Hojlund justru tampil produktif bersama juara bertahan Serie A Italia tersebut. Mureks mencatat bahwa Hojlund telah mencetak sembilan gol dari 21 penampilan per 5 Januari 2026, serta menyumbang tiga assist.
Amad Diallo: Perjalanan Penuh Lika-liku dari Pantai Gading ke Old Trafford
Amad Diallo bergabung dengan akademi Atalanta dari Boca Barco pada tahun 2015, saat usianya baru 12 tahun. Perjalanan Amad ke Italia penuh liku, ia tiba sebagai korban perdagangan anak yang diselundupkan dari negara asalnya, Pantai Gading. Meski demikian, winger kidal setinggi 1,73 meter ini mampu memaksimalkan potensinya di lapangan hijau.
Amad mencuri perhatian di tim muda Atalanta dan berhasil mencetak satu gol dari lima kesempatan bersama skuad senior. Pada 5 Oktober 2020, Manchester United mengumumkan kesepakatan transfer Amad dengan Atalanta. Namun, sang pemain baru bergabung pada Januari 2021 karena kendala dokumen.
Pelatih Manchester United kala itu, Ole Gunnar Solksjaer, mengungkapkan bahwa timnya telah memantau Amad cukup lama. Solksjaer meyakini Amad sebagai salah satu prospek paling cerah di sepak bola Eropa. Amad harus bersabar menunggu kesempatannya di MU, menjalani masa peminjaman di Rangers (Januari–Mei 2022) dan Sunderland (Agustus 2022–Mei 2023).
Setelah masa peminjaman, pemakai nomor punggung 16 ini mulai mendapat kepercayaan. Manchester United bahkan memperpanjang kontrak Amad hingga 2030 pada Januari 2025. Per 5 Januari 2026, Amad sudah bermain 80 kali dan mencetak 16 gol serta 15 assist.
Massimo Taibi: Kiper Italia yang Mengalami Nasib Berbeda di Dua Klub
Massimo Taibi adalah pemain pertama yang membela Manchester United dan Atalanta. Mantan kiper asli Italia ini lebih dulu bergabung dengan MU dari Venezia pada Agustus 1999. Namun, kariernya di Old Trafford sangat singkat dan kurang berkesan. Ia hanya bermain empat kali sebelum hengkang ke Reggina dengan status pinjaman lima bulan kemudian.
Taibi memilih pergi karena memiliki masalah keluarga. Setelah masa peminjamannya berakhir, Taibi tidak kembali ke MU, melainkan bertahan bersama Reggina setelah klub tersebut bersedia membelinya secara permanen. Setahun kemudian, pria setinggi 1,9 meter yang lahir pada 18 Februari 1970 ini bergabung dengan Atalanta.
Bersama Atalanta, Taibi menemukan kembali performa terbaiknya. Ia membela klub tersebut selama empat tahun, membuat 138 penampilan di semua kompetisi, dan mencatatkan 43 clean sheet. Taibi meninggalkan Atalanta secara gratis untuk bergabung dengan Torino pada 2005, sebelum akhirnya gantung sepatu di Ascoli pada 2009. Sepanjang kariernya, Taibi juga pernah membela Licata, Trento, AC Milan, Como, dan Piacenza.
Ketiga sosok ini, Rasmus Hojlund, Amad Diallo, dan Massimo Taibi, mengalami kondisi yang berbeda-beda ketika memperkuat Manchester United dan Atalanta. Hojlund menjanjikan di Atalanta namun kesulitan di MU, sebelum bangkit di Napoli. Sebaliknya, Taibi mengecewakan di MU tetapi menemukan kembali performanya di Atalanta. Sementara itu, Amad Diallo terus membangun kariernya di MU setelah menunjukkan potensi besar di Atalanta.





