Teknologi

Dari Ambarawa, Whitecyber Bangun Ekosistem Riset Digital Berbasis AI dan Big Data Nasional

Ambarawa, sebuah kota kecil di kaki Gunung Ungaran, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan dalam dunia akademik digital. Dari kota inilah, Whitecyber, sebuah perusahaan teknologi, telah berkembang menjadi rujukan nasional dalam pendampingan riset dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Whitecyber dikenal sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan layanan olah data dan publikasi ilmiah berbasis bimbingan ahli. Kliennya beragam, mulai dari mahasiswa jenjang Diploma hingga Doktor, dosen, peneliti, UMKM, hingga perusahaan besar. Mureks mencatat bahwa hingga saat ini, perusahaan tersebut telah menangani lebih dari 63.000 proyek riset.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Solusi Skripsi hingga Disertasi Anti-Macet

Pencapaian Whitecyber tidak hanya terletak pada angka proyek yang ditangani, melainkan juga keberhasilan mereka dalam membangun metodologi riset baku. Metodologi ini dikenal sebagai Whitecyber Research Framework (WRF).

Faris Dedi Setiawan, Founder Whitecyber, menjelaskan bahwa WRF lahir dari pengalaman panjang mendampingi ribuan mahasiswa yang kerap mengalami kebuntuan dalam penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi. “Kami membakukan proses penelitian dalam sebuah framework bernama WRF. Ini adalah metodologi yang disusun dari pengalaman ribuan proyek. Dengan WRF, mahasiswa tidak lagi bingung mulai dari mana. Alur risetnya jelas, terstruktur, dan terstandarisasi, sehingga potensi revisi dosen bisa diminimalisir. Kami juga menjamin setiap riset melalui pengecekan Turnitin untuk memastikan orisinalitas dan bebas plagiasi,” ungkap Faris, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (6/1/2026).

Sebagai perusahaan riset berbasis teknologi, Whitecyber tidak hanya melayani kebutuhan korporasi, tetapi juga menyediakan layanan akademik komprehensif. Layanan tersebut meliputi bantuan tugas kuliah, bimbingan skripsi, tesis, dan disertasi, serta olah data statistik. Mereka menggunakan berbagai tools seperti SPSS, Eviews, SEM-PLS, Nvivo, hingga pemrograman Python dan MATLAB, yang disesuaikan dengan standar kurikulum nasional.

Metodologi WRF kini juga menjadi kurikulum utama di unit pendidikan mereka, Whitecyber Academy. Akademi ini bertujuan mencetak talenta riset unggul dan siap bersaing di industri.

Didukung AI dan Big Data

Keunggulan Whitecyber dibandingkan jasa bimbingan akademik konvensional terletak pada dukungan infrastruktur teknologi yang mereka miliki. Tim Whitecyber sehari-hari menangani berbagai proyek IT untuk UMKM hingga korporasi global di berbagai bidang. Ini mencakup Academic, Accounting, Artificial Intelligence, Automation, Big Data, Developer, Marketing, Security, Cloud Computing, GIS, hingga IoT.

“Kecanggihan inilah yang kami bawa untuk membantu mahasiswa. Anak Teknik yang butuh simulasi sistem, atau anak Ekonomi yang butuh analisis Big Data, semua kami bantu dengan tools industri yang sebenarnya. Jadi hasil skripsi mereka sangat berbobot,” tambah Faris.

Ekosistem Riset hingga Publikasi Jurnal

Whitecyber tidak berhenti pada kelulusan mahasiswa. Mereka juga membangun ekosistem publikasi ilmiah melalui pendirian Peneliti.co.id dan pembinaan komunitas Peneliti Indonesia. Inisiatif ini memfasilitasi mahasiswa S2 dan S3 untuk memenuhi kewajiban publikasi jurnal ilmiah.

“Kami siapkan ekosistem lengkap. Mahasiswa kami bantu risetnya pakai metode WRF, datanya diolah pakai teknologi AI, lalu hasil akhirnya kami wadahi publikasinya di Peneliti.co.id. Jadi mahasiswa datang dengan masalah, pulang bawa solusi lengkap sampai wisuda,” jelasnya.

Solusi untuk Guru dan Pengakuan Nasional

Selain mahasiswa dan peneliti, Whitecyber juga menjadi solusi bagi ribuan guru yang membutuhkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Kedua jenis penelitian ini merupakan syarat penting untuk kenaikan pangkat guru.

Komitmen Whitecyber dalam menjaga keamanan data riset turut mendapat pengakuan nasional. Hal ini ditandai dengan liputan khusus di kanal IPTEK Radio Republik Indonesia (RRI).

Melalui platform whitecyber.co.id, Faris Dedi Setiawan membuktikan bahwa dari Ambarawa, pendampingan riset berkelas dunia kini dapat diakses oleh mahasiswa dan akademisi di seluruh Indonesia.

Mureks