Olahraga

Cremonese Gagal Pertahankan Keunggulan, Cagliari Curi Poin Dramatis di Menit Akhir Serie A

Kemenangan yang sudah di depan mata Cremonese sirna secara dramatis saat menjamu Cagliari dalam lanjutan giornata ke-19 Serie A 2025/2026. Bermain di Stadio Giovanni Zini pada Jumat (9/1) dini hari WIB, I Grigiorossi harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 2-2. Hasil ini menjadi sorotan, terutama dengan tampilnya kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, sebagai starter di bawah mistar gawang Cremonese.

Dominasi Cremonese dan Ketajaman Jamie Vardy di Babak Pertama

Cremonese memulai pertandingan dengan agresivitas tinggi. Laga baru berjalan empat menit, tuan rumah langsung memecah kebuntuan. Berawal dari kemelut di kotak penalti setelah pergerakan Jamie Vardy diblok kiper Elia Caprile, bola liar langsung disambar oleh Dennis Johnsen dengan tembakan mendatar yang akurat, mengubah skor menjadi 1-0.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Dominasi I Grigiorossi berlanjut. Pada menit ke-29, bomber veteran Inggris, Jamie Vardy, menunjukkan kelasnya. Menerima umpan terukur dari Federico Bonazzoli, Vardy dengan tenang menaklukkan Caprile dalam situasi satu lawan satu untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga turun minum, di mana Emil Audero praktis tidak banyak mendapat ancaman berarti di 45 menit pertama.

Kebangkitan Cagliari dan Drama Menit Akhir

Situasi berbalik 180 derajat di babak kedua. Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, melakukan perubahan taktik yang membuat lini tengah tim tamu lebih hidup. Hasilnya instan, pada menit ke-51, Michel Adopo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau oleh Audero, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Petaka bagi Cremonese datang di menit-menit kritis. Ketika laga tampak akan berakhir untuk kemenangan tuan rumah, pemain pengganti Cagliari, Yael Trepy, menjadi pahlawan bagi Rossoblu. Tepat di menit ke-88, Trepy melepaskan tendangan spekulasi jarak jauh yang meluncur deras ke pojok gawang, memaksa Audero memungut bola untuk kedua kalinya dan mengubah skor menjadi 2-2.

Laga sempat diwarnai drama VAR di masa injury time terkait potensi kartu merah untuk bek Cagliari, Sebastiano Luperto. Namun, wasit Kevin Bonacina akhirnya membatalkan keputusan tersebut setelah meninjau ulang. Skor 2-2 menjadi hasil akhir yang adil namun menyakitkan bagi tuan rumah.

Statistik Pertandingan dan Posisi Klasemen Sementara

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di papan tengah klasemen Serie A tidak banyak berubah. Cremonese tertahan di peringkat 13 dengan 22 poin, sementara Cagliari membayangi di peringkat 14 dengan 19 poin. Mureks mencatat bahwa penguasaan bola Cagliari sedikit lebih unggul dengan 52% berbanding 48% milik Cremonese, serta total tembakan ke gawang yang juga lebih banyak, yakni 6 berbanding 5.

StatistikCremoneseCagliari
Penguasaan Bola48%52%
Total Tembakan1215
Tembakan ke Gawang56
Sepak Pojok47

Selanjutnya, Cremonese akan menghadapi tantangan berat dengan bertandang ke markas Juventus pada 12 Januari mendatang, sementara Cagliari akan berhadapan dengan Genoa dalam laga yang krusial untuk menjauh dari zona degradasi.

Mureks