Throne, sebuah perangkat komputer toilet inovatif yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Whoop, John Capodilupo, resmi diperkenalkan di ajang CES 2026. Perangkat ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi visi komputer guna menganalisis tinja dan urin pengguna, memberikan umpan balik mendalam mengenai kesehatan pencernaan.
Terpasang di sisi kloset, Throne dilengkapi dengan kamera dan mikrofon yang secara cermat memantau pergerakan usus dan proses buang air kecil. John Capodilupo, yang juga dikenal sebagai co-founder pelacak aktivitas Whoop, menjelaskan bahwa perangkat keras ini bertujuan untuk memahami kondisi dasar tubuh seseorang.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Mengenal Lebih Dekat Teknologi Throne
“Hardware ini dirancang untuk memahami apa kondisi dasar Anda agar dapat mengidentifikasi kapan Anda keluar dari pola tersebut,” ujar Capodilupo, menggarisbawahi fungsi utama Throne dalam mendeteksi anomali kesehatan.
Capodilupo menambahkan, perangkat ini akan menganalisis frekuensi buang air besar, tekstur, ukuran, serta volume. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk menganalisis kesehatan usus secara komprehensif. Sebagai pengguna obat GLP-1, Capodilupo menekankan bahwa data semacam ini sangat penting untuk mengelola gejala yang mungkin timbul dari penggunaan obat tersebut.
Dari sisi kepraktisan, Throne dibekali baterai yang mampu bertahan hingga satu bulan dalam sekali pengisian daya. Pengguna tidak perlu repot memindahkannya dari kamar mandi untuk mengisi ulang, karena perangkat ini dilengkapi dengan kabel daya USB-C sepanjang 13 kaki (sekitar 4 meter) yang cukup panjang untuk menjangkau stopkontak terdekat.
Saat ini, Throne sudah membuka pemesanan awal dengan harga $340, ditambah biaya keanggotaan bulanan sebesar $6. Perangkat ini dijadwalkan akan mulai dikirimkan kepada konsumen pada Februari mendatang. Mureks mencatat bahwa efektivitas Throne masih akan diuji lebih lanjut setelah produk ini tersedia di pasaran.
Referensi penulisan: www.engadget.com






