Chelsea mengawali tahun 2026 dengan keputusan mengejutkan. Klub raksasa Liga Inggris itu resmi berpisah dengan pelatih Enzo Maresca pada 1 Januari 2026, setelah kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama mereka.
Keputusan ini datang di tengah catatan prestasi Maresca yang sebenarnya cukup menonjol. Pelatih asal Italia itu berhasil mempersembahkan gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA bagi The Blues. Ia juga sukses membawa Chelsea finis di peringkat empat musim lalu, mengamankan tiket ke Liga Champions.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Retaknya Hubungan dengan Manajemen
Namun, di balik capaian tersebut, rentetan hasil yang kurang memuaskan dan dugaan perselisihan dengan manajemen klub menjadi pemicu utama berakhirnya kebersamaan. Hal ini sempat diungkapkan Maresca sendiri setelah timnya mengalahkan Everton pada 13 Desember lalu.
“Sejak saya bergabung dengan klub, 48 jam terakhir ini adalah yang terburuk karena banyak orang yang tidak mendukung kami,” kata Maresca.
Ia juga menegaskan bahwa pihak yang tidak mendukungnya bukanlah para penggemar Chelsea, mengindikasikan adanya keretakan hubungan dengan jajaran manajemen. Mureks mencatat bahwa pernyataan tersebut mengindikasikan adanya keretakan hubungan dengan jajaran manajemen.
Performa Inkonsisten Jadi Sorotan
Secara posisi di klasemen, Chelsea sebenarnya masih berada di jalur yang tepat untuk finis di empat besar atau zona Liga Champions musim depan. The Blues saat ini bercokol di peringkat kelima dengan raihan 30 poin dari 19 pertandingan, hanya terpaut tiga angka dari Liverpool yang menempati posisi keempat.
Meski demikian, manajemen Chelsea tampaknya sudah kehilangan kepercayaan terhadap Maresca. Hal ini didasari oleh performa tim yang hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di Premier League, dengan satu kali kalah dan tiga kali hasil imbang.
Menyambut tahun baru, manajemen Chelsea berharap dapat membawa napas segar ke dalam tim. Mereka kini tengah bergerak cepat mencari suksesor Maresca, dengan pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.






