Olahraga

Chelsea Tunjuk Calum McFarlane sebagai Manajer Interim Hadapi Manchester City Usai Enzo Maresca Hengkang

Chelsea resmi menunjuk Calum McFarlane, manajer tim U-21, sebagai pelatih sementara untuk memimpin skuad senior. Penunjukan ini dilakukan setelah Enzo Maresca resmi meninggalkan klub. McFarlane dijadwalkan akan menghadapi media pada Jumat, 2 Januari 2026, waktu setempat, dan akan langsung memimpin The Blues dalam laga tandang kontra Manchester City pada Senin, 5 Januari 2026 dini hari WIB.

Menurut laporan Ben Jacobs, yang juga dipantau Mureks, keputusan ini diambil oleh para petinggi Chelsea untuk mengisi kekosongan posisi pelatih kepala sementara proses pencarian manajer permanen masih berlangsung. McFarlane, yang bergabung dengan Chelsea pada musim panas lalu dari Southampton dan sebelumnya pernah bekerja di Manchester City, kini dipercaya untuk mengendalikan tim utama.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Perjalanan dan Filosofi Calum McFarlane

Sebelum promosi ke tim senior, McFarlane telah menikmati periode positif bersama tim U-21 Chelsea. Di bawah arahannya, tim tersebut kini menempati posisi keempat di Liga Primer Inggris 2 dan berhasil finis teratas di fase liga UEFA Youth League atau Liga Champions Junior.

McFarlane sendiri pernah mengungkapkan rasa keterikatannya dengan klub. “Saya merasa sudah benar-benar menyatu. Sudah tiga atau empat bulan sejak saya datang dan saya mulai memahami semuanya. Saya nyaman dengan staf, para pemain, dan ritme kerja harian. Saya sangat menikmatinya dan sungguh merasa menjadi bagian dari keluarga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadapi tantangan, sebuah prinsip yang kini ia terapkan dalam kariernya. “Jadwalnya padat. Kami semua masih beradaptasi, pemain, staf, semuanya. Sejak Agustus rasanya kami bermain setiap tiga atau empat hari. Hampir tidak ada satu pekan pun dengan hanya satu laga,” kata McFarlane.

McFarlane menambahkan bahwa membantu tim utama adalah bagian dari tanggung jawab. “Di sisi lain, kami juga membantu tim utama saat dibutuhkan, itu menambah lapisan tanggung jawab. Jadi bukan sekadar menyelesaikan jadwal, tapi tentang kemampuan tampil di bawah tekanan. Pesan saya kepada para pemain adalah jika mereka bisa mengatasinya, mereka sedang mempersiapkan diri untuk yang berikutnya, yakni sepak bola senior. Semua ini bagian dari memasuki apa yang kami sebut sebagai dunia nyata dari sepak bola profesional.”

Filosofi kepelatihan McFarlane, yang sebelumnya ia terapkan pada tim U-21 dan kemungkinan besar akan dibawa ke tim senior, berpusat pada komitmen, rasa lapar, dan ambisi. Di situs resmi Chelsea, ia pernah berujar, “Kami berharap para pemain kami berkomitmen, memiliki rasa lapar, dan ambisius setiap hari. Lingkungan ini punya sumber daya luar biasa dan para pemain harus memaksimalkan setiap peluang.”

Pendekatan McFarlane mencakup tiga aspek utama:

  • Fisik: “Secara fisik, kami bekerja erat dengan tim ilmu olahraga untuk menyelaraskan gym, pemulihan, dan latihan dengan kebutuhan pertandingan.”
  • Taktik: “Secara taktik, analisis dan pertemuan tim membantu kami mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memperkuat apa yang bisa dipelajari dari sepak bola.”
  • Mental: “Secara mental, fokus, ketahanan, dan konsistensi adalah kunci. Data membantu semuanya dengan memberikan wawasan objektif, tapi digunakan secara strategis bersama kepelatihan dan observasi.”

Ia juga mengajarkan pentingnya mengelola tekanan. “Kami mengajarkan pada para pemain bahwa tekanan adalah sebuah privilese. Bermain rutin melawan lawan papan atas adalah bagian dari perkembangan, dan mereka harus menerimanya. Akan ada pasang dan surut, dan belajar mengelola keduanya adalah hal esensial. Kami juga punya tim psikologi khusus untuk dukungan yang disesuaikan bagi setiap pemain.”

“Sebagai pelatih, kami juga membimbing mereka dan memandu mereka melalui tantangan, memastikan setiap pemain memiliki dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang,” tutupnya.

Tantangan Berat di Laga Debut

Calum McFarlane akan menghadapi tugas berat di laga debutnya sebagai pelatih sementara. Ia diharapkan dapat mencatat kemenangan monumental, terutama mengingat rekor buruk Chelsea melawan Manchester City. The Blues telah menjalani 11 pertandingan beruntun tanpa kemenangan atas The Citizens, dengan kemenangan terakhir terjadi di final Liga Champions 2020/21.

Pertemuan terakhir kedua tim berakhir dengan kekalahan 3-1 bagi Chelsea, sementara tiga kekalahan terakhir dari Manchester City menghasilkan agregat 6-1. Pertandingan di Etihad Stadium ini akan menjadi ujian pertama yang signifikan bagi McFarlane dalam memimpin tim senior Chelsea.

Mureks