Olahraga

Ganda Putra Malaysia Kerap Takluk dari Indonesia, Man Wei Chong Ungkap Kunci Kekalahan

Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP, menjadi sorotan tajam setelah atlet binaannya kerap menelan kekalahan dari wakil Indonesia. Fenomena ini terjadi terutama pada pengujung musim lalu, memicu pertanyaan mengenai strategi dan adaptasi tim.

Herry IP mulai menukangi tim ganda putra Malaysia sejak Februari 2025, setelah sebelumnya hengkang dari pelatihan nasional (pelatnas) PBSI. Di bawah sentuhannya, pelatih berusia 63 tahun itu berhasil membawa anak asuhnya meraih prestasi gemilang dengan sumbangan total lima gelar juara.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Dua pasangan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, sukses merebut tiga gelar bergengsi di Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open. Sementara itu, pasangan Man Wei Chong/Tee Kai Wun juga tidak kalah cemerlang dengan menyumbangkan dua gelar dari Indonesia Masters dan Malaysia Masters.

Namun, di balik catatan impresif tersebut, Mureks mencatat bahwa ganda putra Malaysia seringkali harus mengakui keunggulan wakil Indonesia. Pasangan seperti Sabar Karyaman Gutama/Mohamad Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi momok yang sulit ditaklukkan.

Media Malaysia, Harian Metro, pada Jumat (2/1), turut menyoroti tren ini. “Pada pengujung musim lalu, pasangan [Malaysia] sering kalah dari ganda Indonesia, termasuk dari Sabar/Reza serta Fajar/Fikri,” tulis laporan tersebut. Analisis Harian Metro lebih lanjut menyatakan, “Ini jadi isyarat jelas bahwa lawan sudah tahu gaya permainan Malaysia serta taktik racikan Herry IP.”

Menanggapi situasi ini, atlet ganda putra Malaysia, Man Wei Chong, memberikan pandangannya. Menurutnya, konsistensi menjadi faktor kunci dominasi Indonesia. “Strategi mereka [Indonesia] hampir sama dengan kami, tapi mereka lebih konsisten dan itu yang menyebabkan kami sering kalah,” ujar Wei Chong, membela sentuhan sang pelatih.

Meski kerap kalah dari wakil Indonesia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun saat ini masih menduduki peringkat kelima dunia, unggul dari pasangan ganda putra Indonesia manapun, termasuk Fajar/Fikri. Posisi ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki pasangan Malaysia.

Melihat ancaman untuk disalip oleh rival dari negeri tetangga, Man Wei Chong menegaskan fokusnya pada pencapaian prestasi. Baginya, raihan gelar juara secara otomatis akan mengerek peringkat dunia. “Yang penting adalah prestasi. Kalau prestasi bagus, keputusan akan datang juga. Ranking itu cuma nomor,” tegasnya mengenai kemungkinan digeser oleh ganda putra Indonesia.

Mureks