Enzo Maresca resmi mengakhiri jabatannya sebagai pelatih Chelsea pada Jumat, 02 Januari 2026, setelah 18 bulan menukangi klub London tersebut. Keputusan ini diambil menyusul keretakan hubungan yang mendalam antara pelatih asal Italia itu dengan manajemen klub.
Kepergian Maresca segera memicu spekulasi mengenai penggantinya, dengan nama pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Berdasarkan laporan Sky Sports, setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadi pemicu berakhirnya kerja sama ini secara prematur.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
1. Konflik Internal dengan Tim Medis dan Komentar Publik
Maresca dilaporkan terlibat perselisihan serius dengan departemen medis klub. Konflik ini berpusat pada masalah kebugaran pemain, termasuk penentuan menit bermain kapten Reece James yang krusial.
Situasi ini menjelaskan misteri di balik komentar pedas Maresca ke media pada pertengahan Desember 2025. Saat itu, ia sempat melontarkan pernyataan tentang “48 jam terburuk” dan keluhan bahwa “banyak orang tidak mendukung kami”.
Pantauan Mureks menunjukkan bahwa manajemen The Blues merasa sangat terganggu dengan komentar dan keluhan Maresca yang dinilai menyudutkan klub secara terbuka. Pihak klub menegaskan bahwa tim medis hanya memberikan rekomendasi beban kerja pemain, tanpa mengintervensi keputusan taktik manajer.
2. Manuver Kontrak Baru dan “Main Mata” dengan Rival
Konflik internal semakin rumit ketika Maresca dan agennya menginformasikan kepada Chelsea mengenai adanya minat dari Manchester City. Meskipun Maresca menyatakan tidak berniat meninggalkan Stamford Bridge, manuver ini diinterpretasikan sebagai taktik untuk menekan klub agar memberikan pembaruan kontrak.
Manajemen Chelsea menolak mentah-mentah permintaan tersebut, mengingat Maresca masih terikat kontrak jangka panjang hingga tahun 2029. Sikap “main mata” dengan klub rival di tengah performa tim yang sedang menurun justru mengikis kepercayaan pemilik klub.
3. Hasil Jeblok dan Kemarahan Suporter
Di luar masalah non-teknis, performa Chelsea di lapangan memang menunjukkan penurunan drastis. Tim hanya mampu membukukan satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di Premier League.
Akibatnya, The Blues kini tertinggal 15 poin dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen. Puncak kekecewaan suporter terjadi saat laga terakhir melawan Bournemouth yang berakhir imbang 2-2.
Pada pertandingan tersebut, Maresca menjadi sasaran cemoohan suporter di Stamford Bridge. Para penggemar menyanyikan “kau tak tahu apa yang kau lakukan” saat ia menarik keluar bintang muda Cole Palmer dari lapangan, menandai titik terendah dalam hubungannya dengan basis penggemar.






