Keuangan

Chagee, Raksasa Teh Susu China, Pertimbangkan IPO di Bursa Hong Kong Setelah Debut AS yang Fluktuatif

Jaringan gerai teh terkemuka asal China, ., dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melantai di . Langkah strategis ini diproyeksikan dapat meraup dana hingga ratusan juta dolar AS, menandai tren perusahaan besar yang semakin gencar mengincar pusat keuangan Asia tersebut untuk penawaran umum perdana (IPO) saham mereka.

Menurut pantauan Mureks, rencana IPO di Hong Kong ini kemungkinan besar akan dieksekusi pada tahun 2026. Sumber yang mengetahui rencana ini mengungkapkan bahwa Chagee telah memulai pembicaraan dengan sejumlah bank investasi untuk memuluskan proses tersebut.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sebelumnya, Chagee telah sukses melantai di bursa Amerika Serikat melalui IPO pada tahun 2025. Aksi korporasi tersebut sempat melambungkan kekayaan CEO Chagee, Zhang Junjie, yang saat itu berusia 30 tahun, menjadikannya seorang miliarder.

Namun, perjalanan Chagee di bursa AS tidak selalu mulus. Saham perusahaan ini telah turun lebih dari 50% sejak pencatatannya pada April 2025, sehingga nilai pasar perusahaan kini tinggal sekitar US$ 2,5 miliar.

Catatan Mureks menunjukkan, kinerja keuangan Chagee juga mengalami tekanan. Pendapatan perusahaan turun 9,4% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal ketiga menjadi sekitar US$ 450 juta. Sementara itu, laba bersih merosot lebih dari 35% di tengah persaingan harga rendah dari platform pengiriman makanan China, demikian laporan triwulanan Chagee.

Didirikan pada tahun 2017 di provinsi Yunnan, barat daya China, Chagee mengkhususkan diri dalam teh susu premium menggunakan campuran tradisional China. Hingga akhir September, perusahaan ini telah memiliki jaringan 7.338 kedai teh, yang sebagian besar beroperasi di China.

Meskipun demikian, pembahasan terkait IPO di Hong Kong masih berlangsung. Sumber yang sama menyebutkan bahwa Chagee mungkin memutuskan untuk tidak melanjutkan penjualan saham di Hong Kong. Selain itu, perusahaan juga masih harus mendapatkan persetujuan dari pihak regulator terkait.

Kondisi bursa Hong Kong sendiri menunjukkan geliat positif. Setelah kinerja yang kuat pada tahun 2025, Hong Kong berada di jalur untuk mencatat Januari terbaik dalam sejarah untuk pencatatan saham baru, dengan 11 perusahaan sudah siap untuk mengumpulkan dana hingga US$ 4,1 miliar. Namun, sebagian besar perusahaan yang terdaftar tersebut adalah perusahaan China yang terkait dengan kecerdasan buatan, berbeda dengan Chagee. KPMG memperkirakan pencatatan saham di Hong Kong akan mengumpulkan dana hingga US$ 45 miliar pada tahun 2026.

Mureks