Cesc Fabregas, pelatih kepala Como 1907, secara tegas menepis spekulasi yang mengaitkannya dengan Chelsea. Mantan gelandang The Blues itu menyatakan fokus penuh pada tugasnya di Italia, sembari mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait potensi perubahan aturan offside yang diwacanakan FIFA.
Spekulasi mengenai kepindahan Fabregas ke Stamford Bridge mencuat setelah Chelsea dan pelatih Enzo Maresca dikabarkan berpisah pada 1 Januari 2026. Beberapa media lantas menyebut nama Fabregas sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengisi kursi kepelatihan di klub London tersebut.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Namun, dalam konferensi pers pada Jumat (2/1), Fabregas memberikan pernyataan lugas. “Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Saya di sini, dan saya adalah pelatih Como, semoga untuk waktu yang cukup lama,” ujarnya, seperti dikutip dari TMW.
Kondisi Skuad Como Jelang Laga Kontra Udinese
Saat ini, Como 1907 menempati peringkat keenam klasemen sementara Serie A. Tim asuhan Fabregas ini mencatatkan tiga kemenangan dan dua kekalahan dalam lima pertandingan liga terakhir.
Menjelang pertandingan Serie A melawan Udinese pada Sabtu (3/1), Fabregas menghadapi tantangan serius di lini serang. Sejumlah pemain kunci dipastikan absen karena cedera.
- Jayden Addai: “Addai tidak akan ada besok. Bersama tim medis, kami memutuskan bahwa ini masih terlalu dini. Dia sudah mulai berlari di latihan, tetapi kami akan memainkan banyak pertandingan, dan kami akan membutuhkan semua orang.”
- Assane Diao: “Diao pergi ke Senegal untuk pemeriksaan dan kembali setelah tiga hari. Dia sudah menjalani bagian pertama dari pemulihan di sini, dan saya memberinya empat hari libur untuk menenangkan pikirannya. Dia akan kembali pada hari Senin, dan saya pikir kita bisa melihatnya di Turin. Saya pikir akan memakan waktu sekitar tiga minggu.”
- Alvaro Morata: “Alvaro [Morata] semakin membaik, dan dia sudah bekerja di lapangan, tetapi waktu pemulihannya mirip dengan Diao.”
Fabregas juga menyoroti kondisi pemain lain, Kuhn, yang diharapkan bisa membuktikan diri. “Kuhn harus membuktikan dirinya dan menunjukkan kepada saya. Dia mengalami beberapa masalah fisik yang menghambatnya. Tetapi saatnya tiba ketika pemain harus menunjukkan bahwa mereka memberikan segalanya dan siap. Saya yakin dia akan melakukannya,” tegas Fabregas.
Kekhawatiran Fabregas Terhadap Aturan Offside Baru FIFA
Selain isu transfer dan kondisi tim, Fabregas juga dimintai pendapatnya mengenai kemungkinan aturan offside baru yang sebelumnya diutarakan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, awal pekan ini. Perubahan aturan ini bertujuan untuk mencegah pemain penyerang dianggap offside selama bagian tubuh manapun sejajar dengan bek terakhir, berbeda dengan aturan saat ini yang mengharuskan seluruh tubuh berada di belakang garis.
Menurut pantauan Mureks, aturan baru ini berpotensi mengubah dinamika permainan. Fabregas sendiri mengungkapkan kekhawatirannya. “Apa yang paling saya khawatirkan adalah beberapa tim mungkin bertahan lebih dalam. Saya bukan penggemar hal itu. Jika aturan ini disetujui, banyak tim cenderung lebih mundur,” jelasnya.
Kekhawatiran Fabregas ini mengindikasikan bahwa perubahan aturan offside dapat memicu adaptasi taktik yang signifikan di kalangan tim-tim sepak bola, khususnya dalam strategi bertahan.






