Teknologi

CES 2026: Era Robotika Baru Hadir, dari Asisten Rumah Tangga Cerdas hingga Sahabat AI yang Menggemaskan

Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, kembali menjadi panggung inovasi teknologi. Tahun ini, sektor mencatat tonggak sejarah baru, didorong oleh kemajuan pesat dalam teknologi (AI). AI tidak hanya membekali robot dengan ‘otak’ yang lebih canggih, tetapi juga memungkinkan tingkat otonomi baru dan melahirkan visi ambisius, meskipun terkadang membingungkan, tentang masa depan yang dipenuhi robot.

Dari robot humanoid yang lincah hingga hewan peliharaan bertenaga AI dan asisten rumah tangga, tim redaksi Mureks menyusuri berbagai sudut pameran untuk menemukan robot-robot paling menarik. Berikut adalah beberapa inovasi yang paling mencuri perhatian.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Robot Humanoid: Penari, Pelayan, dan Pemandu Percakapan

Robot humanoid Agibot menjadi salah satu yang paling mengesankan. Perusahaan ini memamerkan dua model: A2 yang lebih besar dan X2 yang lebih kecil. Model X2 memukau pengunjung dengan gerakan tariannya yang kompleks, sementara A2 menunjukkan kemampuan percakapan yang mengejutkan. Di stan IntBot, versi kustom A2 yang diberi nama “Nylo” mampu berinteraksi dengan pengunjung selama beberapa menit, menunjukkan keterampilan percakapan yang impresif.

WIRobotics juga memperkenalkan humanoid barunya, Allex, yang berinteraksi aktif dengan pengunjung. Robot setinggi pinggang ini memiliki bagian-bagian yang dapat diartikulasikan, dari lengan hingga jari-jarinya, dengan 15 derajat kebebasan pada tangan yang mampu memegang benda hingga 3 kg. Allex dirancang sebagai alat serbaguna untuk manufaktur, industri jasa, atau bahkan rumah tangga.

Sementara itu, Sharpa menarik perhatian dengan robot humanoidnya yang mampu bermain ping-pong, berfoto selfie, dan bahkan menjadi dealer blackjack. Demonstrasi otonom menunjukkan ketangkasan tangan robot yang sangat tinggi, terutama saat mengambil kartu satu per satu dari tumpukan. Startup robotika asal Tiongkok, Zeroth, turut menghadirkan M1, robot humanoid berukuran mungil seharga $2.400, yang dijadwalkan akan dikirimkan pada 15 April mendatang.

Di sisi lain, Realbotix kembali hadir dengan robot humanoidnya yang sangat dapat disesuaikan dan realistis. Tahun ini, mereka mendemonstrasikan Sistem Visi Robotik baru yang memungkinkan robot-robotnya melihat dan bereaksi terhadap lingkungan secara lebih alami, melacak wajah untuk menatap langsung lawan bicara, dan membaca emosi dari ekspresi wajah.

Asisten Rumah Tangga: Dari Pembersih Tangga hingga Pelipat Pakaian

Dreame kembali dengan inovasi robot penyedot debu yang unik. Cyber 10 Ultra dilengkapi dengan lengan multifungsi yang dapat diperpanjang, memungkinkan robot membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau. Konsep terbaru mereka, Cyber X, bahkan memiliki “kaki” yang memungkinkannya naik turun tangga. Meskipun penampilannya sedikit “mengganggu” karena menyerupai gergaji mini, kemampuannya meluncur di tangga sangat mengesankan.

Tidak mau kalah, Roborock juga memamerkan robot penyedot debu pendaki tangga, Saros Rover. Berbeda dengan prototipe Dreame, Saros Rover juga dapat membersihkan tangga saat memanjat. Perusahaan menyatakan bahwa ini adalah “produk nyata yang sedang dikembangkan.”

LG CLOiD menjadi robot paling ambisius yang terlihat di CES 2026. Konsep asisten rumah tangga ini didemonstrasikan secara perlahan melipat dan menyortir pakaian, mengambil minuman dari kulkas, memasukkan makanan ke oven, dan bahkan menemukan kunci yang hilang. Meskipun demo 15 menit ini memberikan gambaran sekilas tentang visi LG untuk “rumah tanpa pekerjaan,” perusahaan belum berkomitmen untuk memproduksi versi CLOiD yang dapat dibeli oleh masyarakat umum.

Clutterbot memperkenalkan Rovie, robot dengan baki bergaya pengki dan dua penyapu di bagian depan. Menggunakan visi komputer, Rovie mengidentifikasi mainan yang berserakan di lantai, mengumpulkannya, dan membuangnya ke tempat sampah yang ditentukan. Robot ini masih dalam tahap R&D, namun diharapkan dapat menjadi produk yang dapat dibeli segera, terutama bagi orang tua dengan anak kecil.

Switchbot juga mengejutkan dengan robot penangan tugasnya, Onero H1, yang memenangkan penghargaan “Engadget editors’ pick for best robot of CES 2026”. Dengan tubuhnya yang panjang dan tatapan “kosong” yang menggemaskan, Onero perlahan-lahan bergerak mengambil cucian dan memasukkannya ke mesin cuci. Switchbot berencana untuk menjual Onero dalam jumlah terbatas pada akhir tahun ini.

Sahabat AI: Dari Hewan Peliharaan Mungil hingga Pendamping Emosional

OlloBot adalah salah satu robot CES yang “konyol” namun menggemaskan. Dengan wajah lucu, mata katak di bagian atas, dan bulu lembut di lehernya, robot berbentuk penguin ini hadir dalam dua versi: leher pendek dan leher panjang yang dapat meregang. OlloBot adalah robot yang berfokus pada keluarga, merespons perintah suara dan sentuhan, serta dirancang untuk merekam kenangan, mengambil foto dan video untuk “buku harian” momen penting. Semua data disimpan secara lokal dalam modul “hati” yang dapat dilepas.

Sharp memperkenalkan Poketomo, robot pendamping AI mungil berbentuk meerkat berbulu. Meskipun terlihat seperti mainan, Sharp menyatakan bahwa Poketomo adalah pendamping untuk orang dewasa. Dilengkapi kamera dan mikrofon, Poketomo terus berinteraksi dan memiliki “memori” untuk memberikan pembaruan yang dipersonalisasi. Poketomo telah diluncurkan di Jepang, namun belum ada rencana untuk menjualnya di pasar lain.

Bibo, mainan AI yang sangat lucu, dirancang sebagai pendamping yang dapat dibawa ke mana saja. Dengan kamera di kepalanya, Bibo dapat mengenali wajah dan nada suara pemiliknya, memungkinkannya merespons interaksi secara emosional. Bibo akan menyimpan buku harian aktivitasnya dan mengembangkan kepribadian unik seiring waktu. Bibo akan diluncurkan pertama kali di Tiongkok.

Takway menghadirkan Sweekar, hewan peliharaan saku mirip Tamagotchi dengan kecerdasan AI. Sweekar dapat membentuk kepribadian berdasarkan interaksi dan aktivitas bersama, “tumbuh” bersama pengguna, dan tidak pernah mati. Setelah mencapai tingkat dewasa, ia akan merawat dirinya sendiri dan bahkan melakukan petualangan virtual.

Robot peliharaan lain yang memikat adalah Cocomo dari startup Jepang Ludens AI. Makhluk berbentuk telur ini dapat bergerak menggunakan roda atau dibawa. Cocomo tidak mencoba menjadi asisten AI atau memberikan nasihat, tujuannya murni untuk memberikan persahabatan. Ia berkomunikasi melalui suara dengungan yang lucu, yang terasa kurang menyeramkan dibandingkan beberapa robot bicara lainnya.

Yonbo, robot pendamping AI untuk anak-anak, juga berhasil memikat perhatian. Robot yang menyerupai anjing ini dirancang sebagai teman bermain yang cerdas, dapat berbicara, membacakan cerita, dan membantu anak-anak mengatasi emosi. Yonbo dikendalikan oleh gelang tangan dan dapat digunakan sebagai “mata” tambahan bagi orang tua melalui mode Parental Monitor. Robot ini dibanderol seharga $800 dan sudah tersedia.

MÖFO: Robot Teddy Bear yang Membingungkan

Salah satu penemuan paling membingungkan datang dari will.i.am dengan MÖFO-nya. Dijelaskan sebagai perangkat keras AI agentik berbentuk boneka beruang, MÖFO diklaim dapat “menggurita” di seluruh ekosistem digital melalui delapan koneksi USB-C-nya. Meskipun konsepnya masih membingungkan, MÖFO berhasil memicu rasa penasaran di kalangan pengunjung CES 2026.

Secara keseluruhan, catatan Mureks menunjukkan bahwa CES 2026 telah memperlihatkan spektrum robotika yang luas, dari yang praktis dan menggemaskan hingga yang ambisius dan penuh teka-teki, menandai lompatan besar dalam interaksi manusia dengan mesin di masa depan.

Mureks