Teknologi

CES 2026: 11 Tren Teknologi Terbesar yang Akan Membentuk Masa Depan Gadget Tahun Ini

Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas telah resmi berakhir pada 10 Januari 2026, meninggalkan jejak inovasi yang diprediksi akan mendominasi lanskap teknologi sepanjang tahun ini. Tim redaksi Mureks merangkum, ajang tahunan ini kembali menjadi barometer kuat untuk ide dan tema yang akan membentuk arah industri, mulai dari layar lipat tanpa lipatan hingga robot humanoid yang masih dalam tahap pengembangan.

Layar Lipat Tanpa Lipatan Menjadi Kenyataan

Salah satu terobosan paling signifikan datang dari Samsung yang memamerkan layar OLED lipat tanpa lipatan yang terlihat jelas. Meskipun masih berupa demo teknologi, pencapaian ini merupakan ‘cawan suci’ bagi perangkat lipat selama tujuh tahun terakhir. Layar ini juga mengadopsi teknologi kamera bawah layar, menjanjikan kualitas visual yang sangat baik.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Menariknya, rumor menyebutkan bahwa iPhone Fold besutan Apple bisa menjadi penerima utama teknologi layar OLED baru ini di akhir tahun, mengingat panel tersebut diproduksi oleh Samsung Display. Namun, harganya diperkirakan akan sangat mahal, sebuah fakta yang mungkin membuat debutnya di iPhone Fold justru menjadi berkah terselubung bagi penggemar Android.

Era Baru TV RGB LED dengan Warna Lebih Kaya

Setelah menjadi tren besar di CES 2025, teknologi lampu latar RGB LED kini siap memasuki pasar. Raksasa teknologi seperti Samsung dan LG menyebutnya ‘Micro RGB’, sementara Hisense dan TCL memilih ‘RGB MiniLED’. Keunggulan utama teknologi ini adalah rentang warna yang lebih luas dan peningkatan kecerahan, atau efisiensi energi yang lebih baik pada tingkat kecerahan yang sama.

Di antara berbagai inovasi, TV Micro RGB 130 inci dari Samsung menjadi sorotan utama. Meskipun saat ini masih berupa pameran, teknologi serupa akan hadir dalam jajaran TV Micro RGB Samsung dengan ukuran layar 55 hingga 115 inci, menandakan konsumen perlu mulai menabung.

Hewan Peliharaan Pendukung Emosional Berbasis AI

Hewan peliharaan bertenaga AI menjadi primadona di CES tahun ini, dengan produk seperti KATA Friends dari SwitchBot dan LilMilo dari Ecovacs. Sebagian besar perangkat ini mampu merespons gerakan dan sentuhan, mengikuti pengguna dengan mata yang hidup, mengenali suara, bahkan mendeteksi suasana hati.

AI memberikan kepribadian dan kemampuan belajar seiring interaksi. Meskipun dapat dilihat sebagai mainan, banyak merek menekankan nilai mereka sebagai pendamping dukungan emosional, memberikan kenyamanan bagi mereka yang mungkin tidak bisa memiliki hewan peliharaan sungguhan. Pengalaman menunjukkan bahwa ikatan dengan hewan peliharaan AI ini surprisingly mudah terbentuk.

Wearable AI sebagai ‘Otak Kedua’ Pribadi

Meskipun perangkat keras AI sebelumnya sempat kurang sukses, CES 2026 menunjukkan arah baru: wearable AI yang berfungsi sebagai ‘otak kedua’. Contohnya termasuk Pebble Index O1, cincin pintar untuk menambahkan catatan ke kalender dan mentranskripsi memo, serta Switchbot AI Mindclip, pin kerah kecil yang merekam dan meringkas percakapan.

Tren ini diperkuat dengan puluhan contoh lain seperti asisten Qira dari Lenovo dan Soundcore Work dari Anker. Bahkan, perangkat ChatGPT misterius dari OpenAI dirumorkan akan berbentuk pena bertenaga AI, menunjukkan bahwa pilihan untuk gadget AI semacam ini akan sangat melimpah tahun ini.

Robot Pemotong Rumput Kini Dilengkapi Mata LiDAR

Kemampuan navigasi robot pemotong rumput telah berkembang pesat, dan teknologi baru yang akan hadir di halaman rumah Anda pada tahun 2026 adalah LiDAR. Teknologi ini bekerja dengan memantulkan sinar cahaya dari objek statis untuk membuat peta 3D suatu ruang, mirip dengan yang digunakan pada robot penyedot debu terbaik.

Hampir setiap merek robot pemotong rumput yang hadir di CES 2026, mulai dari Segway Navimow hingga Mammotion dan Roborock, memamerkan setidaknya satu model berbasis LiDAR. Ini mengindikasikan bahwa teknologi ini akan menjadi standar baru di tahun ini.

‘Longevity’: Kata Kunci Baru dalam Pelacakan Kesehatan

‘Longevity’ atau umur panjang mungkin terdengar kurang inspiratif sebagai tujuan kebugaran, namun ini adalah kata kunci teknologi kesehatan terbesar di CES 2026. NuraLogix Longevity Mirror, misalnya, dapat menarik sejumlah besar metrik, termasuk usia fisiologis, hanya dengan memindai wajah melalui kombinasi AI dan kamera internal.

Selain itu, Withings Body Scan 2, timbangan pintar yang disebut sebagai ‘stasiun umur panjang’, melacak lebih dari 60 biomarker, mulai dari risiko hipertensi hingga kesehatan arteri dan efisiensi metabolisme, untuk memprediksi kesehatan jangka panjang. Bagi mereka yang ingin melihat detail kesehatan secara mendalam, tahun ini akan ada banyak aksesori pendukung.

Kacamata Pintar Menuju Mainstream

Setelah beberapa kali percobaan yang kurang berhasil, CES 2026 menjadi titik balik bagi kacamata pintar untuk benar-benar menjadi mainstream. Berbagai merek memperkenalkan produk baru, termasuk Asus ROG Xreal R1 AR dengan refresh rate 240Hz untuk gamer, dan Project eSIM dari RayNeo yang menjanjikan kacamata pintar tanpa ponsel pertama.

Banyaknya kacamata lain yang dipamerkan, bahkan pembaruan Meta Ray-Ban Display, semakin menegaskan bahwa kacamata pintar akan menjadi tren besar tahun ini, meskipun tidak semua berita yang menyertainya positif.

Intel Melancarkan Serangan Balik Besar

Beberapa tahun terakhir tidak berjalan mulus bagi Intel, yang dominasinya di pasar prosesor terancam oleh Apple, AMD, dan Qualcomm. Namun, di CES 2026, Intel menunjukkan perlawanan signifikan dengan meluncurkan prosesor mobile Panther Lake, yang juga dikenal sebagai Intel Core Ultra Series 3.

Prosesor baru ini menjanjikan peningkatan kinerja, efisiensi daya yang lebih baik untuk masa pakai baterai lebih lama, dan grafis terintegrasi yang mumpuni. Untuk membuktikan poin tersebut, Dell, Asus, Acer, dan Lenovo semuanya meluncurkan laptop yang ditenagai oleh chip baru Intel, menandakan 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan Intel.</p

Baterai Solid-State Semakin Dekat ke Produksi

Kata kunci lain yang akan sering terdengar di tahun 2026 adalah ‘baterai solid-state’. Meskipun teknologi baterai generasi berikutnya ini sangat menjanjikan, konsumen juga harus bersiap menghadapi banyak klaim yang belum terbukti.

Pengumuman besar di CES 2026 datang dari Verge Motorcycles, yang menyatakan akan menjadi produsen pertama yang memproduksi baterai solid-state penuh untuk sepeda motor “dalam beberapa bulan mendatang”. Jika terwujud, ini akan menjadi terobosan nyata, menjanjikan jangkauan 370 mil dengan sekali pengisian daya dan tambahan 186 mil hanya dengan pengisian 10 menit. Selain itu, baterai semi-solid state (menggunakan elektrolit seperti gel) juga dikabarkan akan hadir untuk ponsel, menjanjikan keamanan dan umur panjang yang lebih baik.

Teknologi Retro untuk Mengembalikan Perhatian

Bagi mereka yang merindukan era keemasan teknologi sekitar CES 2012, kabar baik datang dari tren teknologi retro yang kembali populer di CES tahun ini. Namun, ini bukan hanya tentang nostalgia.

Beberapa perangkat seperti Clicks Communicator bergaya BlackBerry dan Pebble Round 2 (jam tangan pintar yang tidak terlalu pintar dengan layar e-paper berwarna dan daya tahan baterai tujuh hari) dirancang untuk mengembalikan fokus pengguna dari ‘doomscrolling’ tanpa henti, dengan menawarkan pengalaman teknologi modern namun dengan batasan kesederhanaan. Selain itu, ada juga banyak teknologi nostalgia lain seperti mesin pinball Stern dan mesin arcade mini Sega.

Robot Humanoid: Masih Jauh dari Rumah Kita

Robot selalu menjadi bagian penting dari CES, namun tahun ini mereka secara khusus ingin menjadi pusat perhatian. Sayangnya, mereka hanya berhasil membuktikan bahwa mereka belum sepenuhnya siap untuk penggunaan utama di tahun 2026.

Pada hari pertama CES 2026, robot CLOiD dari LG membutuhkan waktu berjam-jam untuk memasukkan satu handuk basah ke mesin cuci yang membuka sendiri. Kemudian, SwitchBot Onero H1 juga menunjukkan hasil yang beragam saat mencoba melakukan tugas mencuci. Ini menjadi penawar hype seputar robot humanoid seperti 1X Neo yang berharga $20.000 (atau $499 per bulan) dan masih memerlukan karyawan X1 untuk memandunya dari jarak jauh untuk banyak tugas. Meskipun robotika telah membuat kemajuan luar biasa, impian robot pelayan masih terasa jauh.

Mureks