CEO Lenovo, Yuanqing Yang, atau yang akrab disapa YY, memprediksi bahwa sekitar separuh dari komputer siap pakai di segmen korporasi akan menjadi PC berbasis kecerdasan buatan (AI) pada akhir tahun 2026. Prediksi ini disampaikan seiring dengan semakin meluasnya adopsi teknologi AI dalam kehidupan profesional.
Dalam sesi tanya jawab dengan media di ajang CES 2026, YY mengungkapkan optimismenya terhadap penyebaran PC AI. Ia menyebut bahwa perangkat yang disematkan model AI baru Lenovo, Qira AI, akan mendorong adopsi lebih tinggi. “Prediksi kami adalah pada akhir tahun ini, sekitar lima belas persen PC akan menjadi PC AI,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Meskipun demikian, YY mengakui bahwa faktor biaya akan menjadi tantangan utama dalam mencapai adopsi 100 persen. Namun, ia menegaskan bahwa AI akan menjadi bagian sentral dari kehidupan kerja di masa depan.
AI: Pemberdaya, Bukan Pengganti
Dalam pidato utamanya yang spektakuler di Las Vegas Sphere, YY dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa “AI is definitely not a bubble.” Ia juga menekankan peran AI sebagai alat pemberdaya manusia.
“Nobody can avoid AI, but AI will not replace humans, it will only empower each of us in the future, help you remember more, do more, and be more creative…it will help you be more competitive in every area,”
kata YY, yang turut menyambut para mitra penting seperti CEO Nvidia Jensen Huang, CEO AMD Lisa Su, CEO Intel Lip-Bu Tan, dan CEO Qualcomm Cristiano Amon di panggung.
Senada dengan YY, Tolga Kurtoglu, SVP & Chief Technology Officer Lenovo, juga menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap pengembangan AI yang bertanggung jawab. “One of the fundamental principles with which we develop AI is our belief in responsible AI,” ungkap Kurtoglu.
“I don’t see a world without AI,” tambahnya, “we think of AI as unleashing human potential, we think of it augmenting people…almost like a symbiotic team which is an extension of you, helps you be more productive and efficient in what you want to get accomplished.”
Tantangan dan Strategi Pengembangan
Kurtoglu juga menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan sebesar Lenovo dalam mengembangkan strategi di tengah laju inovasi AI yang sangat cepat. Menurut catatan Mureks, kecepatan perkembangan AI membuat perencanaan jangka panjang menjadi sulit.
“For the AI era, I think a five-year roadmap is a pipe dream,” jelasnya. “I always emphasize three things, it’s about agility, adaptability and speed – it’s not about predicting what will be happening in five years time, it’s about changing what the dynamics of the market and always increasing your rate of learning from the market.”
Ia melanjutkan, “Itu tidak berarti kami tidak memiliki peta jalan, tetapi dengan laju inovasi yang kami lihat, lima tahun terlalu lama. Tujuan kami bukan untuk memprediksi masa depan, tujuan kami adalah belajar secepat mungkin, dari perspektif pengguna akhir, sehingga kami dapat berinovasi berdasarkan pengetahuan itu.”
Pada ajang CES 2026, Lenovo juga memperkenalkan serangkaian perangkat baru untuk segmen korporasi, mulai dari laptop bisnis ThinkPad Carbon yang bertenaga super hingga PC tower lengkap. Peluncuran ini menunjukkan kesiapan Lenovo dalam menyambut era PC AI.






