Embark Studios, pengembang di balik gim third-person shooter Arc Raiders, mengungkapkan strategi peluncuran yang berani. Setelah sukses dengan perubahan model harga menjadi 40 dolar AS, studio ini sengaja menempatkan gimnya di antara dua raksasa FPS, Call of Duty dan Battlefield, namun secara tegas menghindari peluncuran berdekatan dengan Grand Theft Auto 6 (GTA 6).
Strategi Menghindari Bayangan GTA 6
CEO Embark Studios, Patrick Söderlund, yang juga veteran Battlefield, menjelaskan bahwa keputusan menunda peluncuran Arc Raiders tidak lepas dari bayangan gim-gim besar, terutama GTA 6 dari Rockstar. Dalam wawancaranya dengan GamesBeat, Söderlund mengenang diskusi internal mengenai waktu peluncuran Arc Raiders.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
“The first dialog we had was obviously centered around GTA,” kata Söderlund. “We did not want to be close to them. I don’t think anyone wanted to be close to them. And we were waiting for them to announce when they were releasing, and once that became clear, we then felt we could build a date.”
Söderlund menambahkan bahwa mereka juga memiliki firasat kuat tentang jadwal rilis Battlefield dan Call of Duty yang cenderung rutin. Mureks mencatat bahwa penundaan GTA 6 ke November 2026 pada November tahun lalu memberikan ruang bagi pengembang lain untuk merencanakan jadwal rilis mereka.
Berani Bersaing di Tengah Raksasa FPS
Meskipun menghindari GTA 6, Embark Studios justru sengaja menempatkan Arc Raiders di antara Call of Duty: Black Ops 7 dan Battlefield 6. Ironisnya, Battlefield 6 dilaporkan lebih bersinar dibandingkan Call of Duty: Black Ops 7 pada tahun 2025. Strategi ini terbukti berhasil, dengan Arc Raiders menjadi gim terlaris di Steam selama periode liburan akhir tahun.
“As we started to see more of Battlefield 6, we thought that looked good; we didn’t see much of Call of Duty,” tambah Söderlund. “But at the end of the day, we felt that the game was ready to be launched.”
Söderlund berpendapat bahwa strategi “menjepit” Arc Raiders di antara dua raksasa ini mungkin justru menguntungkan. Harga 40 dolar AS juga diyakini turut berkontribusi pada kesuksesan tersebut.
“We also believed that we could get to a place where we could be competitive in a different way,” ujar Söderlund. “We, of course, didn’t think it was a Battlefield in that way, but that the game had enough uniqueness that it could stand on its own legs.”
Keyakinan ini diperkuat oleh data Key Performance Indicators (KPI) yang kuat dari uji teknis terakhir dan uji coba final yang disebut “Server Slam” sebelum peluncuran. Data tersebut memberikan Embark Studios kepercayaan diri untuk meluncurkan gim.
Arc Raiders Pecahkan Rekor Penjualan dan Pemain Aktif
Dua bulan setelah peluncuran, Arc Raiders dilaporkan telah terjual 12 juta kopi, menurut estimasi analis. Gim ini juga mencetak rekor baru untuk jumlah pemain aktif, menunjukkan penerimaan positif dari komunitas gim.
Keberhasilan Arc Raiders ini menjadi bukti bahwa strategi peluncuran yang cermat dan kepercayaan pada keunikan produk dapat membuahkan hasil, bahkan di tengah persaingan ketat dari waralaba gim besar.
Referensi penulisan: www.gamesradar.com




