Hiburan

CEO Embark Studios: Arc Raiders Gunakan Sistem Matchmaking Berbasis Agresi untuk Pemain PvP dan PvE

Pengembang gim third-person shooter Arc Raiders, Embark Studios, mengonfirmasi penggunaan sistem matchmaking berbasis agresi. Sistem ini dirancang untuk mengelompokkan pemain berdasarkan kecenderungan mereka dalam melakukan pertarungan Player versus Player (PvP) atau Player versus Environment (PvE).

Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh CEO Embark Studios, Patrick Söderlund, dalam sebuah wawancara stream dengan Games Beat yang dipublikasikan pada 4 Januari 2026. Menurut Söderlund, meskipun Arc Raiders adalah gim extraction shooter yang dikenal lebih santai, elemen PvP tetap ada untuk “menambah ketegangan”.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Mekanisme Matchmaking Unik Arc Raiders

Söderlund menjelaskan bahwa tujuan utama gim ini “bukan tentang menembak pemain lain,” meskipun “Anda bisa melakukannya jika Anda mau.” Ia menambahkan bahwa sistem matchmaking Arc Raiders, yang awalnya berbasis keterampilan, kini diperkaya dengan faktor agresi pemain.

“Kami memperkenalkan sistem di mana kami juga melakukan matchmake berdasarkan seberapa rentan Anda terhadap PvP atau PvE,” ungkap Söderlund. “Jadi jika preferensi Anda adalah PvE dan Anda memiliki lebih sedikit konflik dengan pemain… Anda akan lebih banyak dicocokkan [dengan jenis permainan seperti itu]. Tentu saja, ini bukan ilmu pasti.”

Mureks mencatat bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bermain yang lebih sesuai dengan preferensi masing-masing pemain, mengurangi potensi frustrasi bagi mereka yang lebih suka fokus pada elemen PvE.

Meski demikian, belum ada rincian pasti mengenai metrik apa saja yang dikumpulkan atau seberapa besar bobot yang diberikan pada perilaku agresi ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa reaktif sistem tersebut. Misalnya, apakah seorang pemain yang konsisten bermain pasif dalam banyak pertandingan akan secara otomatis ditempatkan di lobi yang penuh dengan pemain serupa?

Söderlund tidak memberikan jawaban eksplisit terkait detail teknis tersebut, kemungkinan untuk mencegah pemain mengeksploitasi sistem. Namun, sistem ini menarik perhatian karena mempertimbangkan perilaku abstrak pemain dalam proses matchmaking, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan pada gim shooter lainnya.

Beberapa pihak berspekulasi bahwa jika sistem matchmaking berbasis agresi ini bekerja terlalu efektif, hal itu justru dapat mengurangi ketegangan yang disebutkan Söderlund, karena pemain mungkin sudah bisa menebak niat lawan mereka. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap gim dan genre ini masih perlu waktu untuk dibuktikan.

Mureks