Cadillac membuat kejutan di dunia Formula 1 dengan mengumumkan perekrutan Zhou Guanyu sebagai pembalap cadangan untuk tim F1 terbaru mereka. Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah Scuderia Ferrari mengonfirmasi kepergian Zhou, yang sebelumnya menjabat posisi serupa di tim kuda jingkrak tersebut musim lalu.
Bearman Kandidat Kuat Pengganti Hamilton di Ferrari
Sementara itu, mantan kepala tim Haas F1, Guenther Steiner, menyoroti Oliver Bearman sebagai kandidat yang “jelas” untuk Ferrari. Hal ini akan terjadi apabila Lewis Hamilton memutuskan untuk pensiun dari ajang balap jet darat tersebut pada tahun ini. Bearman, yang bergabung dengan Ferrari Driver Academy pada 2021, telah menunjukkan potensi besar dengan pengalaman F1 bersama Ferrari dan Haas, serta kampanye perdana yang mengesankan musim lalu.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Keluhan Konstan Sergio Perez di Red Bull
Dari kubu Red Bull, Sergio Perez berbagi pengalamannya selama membalap untuk tim tersebut, di mana ia kerap menerima keluhan yang konstan. Perez bergabung dengan Red Bull pada awal musim 2021 menggantikan Alex Albon, sebelum akhirnya berpisah dengan tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut pada akhir 2024.
Isack Hadjar dan Tantangan di Red Bull
Pembalap muda Prancis, Isack Hadjar, menegaskan pandangannya mengenai bergabung dengan Red Bull. Menurut Hadjar, ini bukanlah sebuah “pencapaian” semata, melainkan ia harus membuktikan kemampuannya di tim juara konstruktor F1 enam kali tersebut untuk benar-benar dianggap berhasil. Hadjar dipromosikan ke tim Red Bull dari Racing Bulls untuk musim F1 2026 setelah kampanye debut yang impresif.
Inovasi Radikal Williams dengan ‘Walrus Nose’
Dua puluh dua tahun silam, dunia F1 pernah dikejutkan oleh desain radikal dari Williams yang memperkenalkan FW26. Mobil ini memiliki fitur paling mencolok berupa hidung yang terpotong, didukung oleh dua taring khas yang terhubung ke sayap depan. Desain unik ini dengan cepat mendapatkan julukan “walrus nose” dari para pengamat dan penggemar.
Pilihan Sulit Oscar Piastri Menuju Puncak Motorsport
Oscar Piastri mengenang keputusan sulit yang diberikan oleh ayahnya saat ia remaja, yaitu memilih untuk bersekolah di asrama di Inggris. Sebuah pilihan yang diakuinya akan terasa “sangat menyiksa” bagi kebanyakan anak. Pembalap asal Australia ini hampir memenangkan kejuaraan pembalap F1 pertamanya pada tahun 2025. Mureks mencatat bahwa kepindahan Piastri ke Inggris pada usia 14 tahun bersama ayahnya adalah langkah krusial dalam mengejar impiannya mencapai “puncak motorsport.”






