Rabu, 07 Januari 2026 — Keputusan manajemen Manchester United untuk memecat Ruben Amorim dari kursi manajer memicu gelombang kekecewaan di kalangan pemain. Mayoritas skuad Setan Merah dikabarkan tidak puas dengan langkah tersebut, mengingat Amorim masih mendapat dukungan luas dari tim utama.
Sumber internal klub mengungkapkan bahwa Amorim adalah sosok yang populer dan memiliki hubungan baik dengan ruang ganti. Bahkan, sebagian besar anggota tim masih memberikan dukungan penuh hingga menjelang pemecatan. Para pemain baru diberitahu mengenai keputusan klub pada Senin (5/1/2026) pagi waktu setempat, meskipun perasaan akan adanya pemecatan sudah “menggantung di udara” beberapa hari sebelumnya.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Alasan Pemecatan dan Dugaan Konflik Internal
Manchester United bersikukuh bahwa tidak ada konflik kekuasaan antara Amorim dan petinggi klub. Pihak internal menilai alasan utama pemecatan adalah kurangnya progres serta evolusi permainan tim. Namun, menurut Mureks, muncul dugaan kuat bahwa nasib Amorim semakin terpojok setelah ia secara terbuka melontarkan kritik terhadap hierarki klub dalam konferensi pers usai laga melawan Leeds pada Minggu. Pernyataan tersebut disebut-sebut mempercepat keputusan manajemen untuk berpisah.
Gelombang Dukungan Pemain di Media Sosial
Gelombang dukungan dari para pemain terlihat jelas sepanjang hari Senin melalui media sosial. Sejumlah pemain inti seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire memimpin deretan unggahan yang berisi ucapan terima kasih dan apresiasi terhadap Amorim. Nama-nama lain yang turut menyampaikan pesan perpisahan secara terbuka meliputi Matthijs de Ligt, Diogo Dalot, Amad, Bryan Mbeumo, Mason Mount, hingga Joshua Zirkzee. Total, lebih dari sepuluh pemain tercatat menyampaikan pesan serupa.
Menariknya, Patrick Dorgu dan Benjamin Sesko juga turut memberikan ucapan terima kasih, meskipun keduanya sempat disebut-sebut menjadi sasaran kritik Amorim. Kedua pemain tersebut merupakan rekrutan yang didorong oleh manajemen klub dan direktur olahraga Jason Wilcox, lalu disetujui oleh Amorim. Fakta ini mempertegas bahwa hubungan Amorim dengan pemain tidak sepenuhnya retak, seperti yang sempat berkembang dalam rumor.
Pemain Tak Dilibatkan, Darren Fletcher Jadi Manajer Interim
Keputusan pemecatan Amorim ini juga terasa berbeda dibandingkan era sebelumnya. Tidak seperti beberapa pergantian manajer terdahulu di Old Trafford, para pemain tidak dilibatkan atau dimintai pendapat sebelum keputusan akhir diambil. Sebagai perbandingan, saat Jose Mourinho dipecat pada Desember 2018, hanya empat pemain yang menyampaikan ucapan terima kasih secara terbuka, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan respons terhadap Amorim.
Pasca pemecatan, Manchester United bergerak cepat dengan menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer interim. Fletcher akan memimpin tim dalam waktu dekat, dimulai dengan laga tandang ke markas Burnley pada Rabu. Tantangan berat menanti, mengingat situasi internal tim yang masih bergejolak.
Reaksi Amorim dan Konsekuensi Finansial
Sementara itu, Amorim justru terlihat santai meninggalkan hiruk-pikuk Old Trafford. Pelatih berusia 40 tahun itu sempat tertangkap kamera berjalan bersama istrinya dengan ekspresi tersenyum, tak lama setelah kabar pemecatan mencuat. Tim redaksi Mureks mencatat, masa kepelatihan Amorim yang singkat namun penuh dinamika disebut telah menelan biaya hingga 30 juta poundsterling bagi Manchester United, angka yang kembali menambah daftar panjang konsekuensi finansial akibat pergantian manajer di klub tersebut.






