Brightspeed, salah satu penyedia layanan broadband terbesar di Amerika Serikat, tengah menyelidiki dugaan insiden keamanan siber menyusul klaim kebocoran data lebih dari satu juta pelanggannya. Kelompok peretas bernama Crimson Collective mengklaim bertanggung jawab atas pencurian data tersebut dan mengancam akan mempublikasikan sampel informasi yang mereka peroleh.
Klaim Kebocoran Data dan Ancaman Publikasi
Klaim tersebut pertama kali diunggah oleh Crimson Collective di saluran Telegram mereka pada akhir pekan lalu. Mereka secara spesifik menyebutkan telah mengantongi data pribadi (PII) lebih dari satu juta pengguna residensial Brightspeed.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“If anyone has someone working at BrightSpeed, tell them to read their mails fast! We have in our hands over 1m+ residential user PII’s,” tulis kelompok peretas tersebut, seperti yang Mureks pantau. Mereka menambahkan akan merilis sampel data pada Senin malam, “letting them some time first to answer to us.”
Menurut Crimson Collective, data pribadi yang mereka curi meliputi nama, alamat email, nomor telepon, alamat pos, informasi akun pengguna yang terkait dengan ID sesi/pengguna, riwayat pembayaran, informasi kartu pembayaran parsial, serta catatan janji temu atau pesanan.
Tanggapan Brightspeed dan Profil Perusahaan
Hingga Rabu, 07 Januari 2026, Brightspeed belum mengonfirmasi atau membantah klaim tersebut secara langsung. Situs web dan saluran media sosial perusahaan tidak menyebutkan adanya pelanggaran data.
Namun, dalam pernyataan kepada media, Brightspeed menyatakan sedang menyelidiki laporan insiden keamanan siber. “We take the security of our networks and protection of our customers’ and employees’ information seriously and are rigorous in securing our networks and monitoring threats. We are currently investigating reports of a cybersecurity event,” kata Brightspeed. “As we learn more, we will keep our customers, employees and authorities informed.”
Brightspeed adalah penyedia telekomunikasi dan broadband AS yang berkantor pusat di Charlotte, North Carolina. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 2022 setelah Apollo Global Management mengakuisisi aset pertukaran lokal dari Lumen Technologies.
Brightspeed membangun dan mengoperasikan layanan broadband serat optik berkecepatan tinggi serta layanan internet dan suara tradisional di 20 negara bagian di wilayah Midwest, Tenggara, dan Atlantik Tengah. Mureks mencatat bahwa Brightspeed telah memperluas jaringan serat optiknya dengan cepat, menjangkau lebih dari dua juta rumah dan bisnis, dengan target mencapai lebih dari lima juta lokasi. Perusahaan ini diperkirakan memiliki pendapatan sekitar $1 miliar setiap tahun, didukung oleh investasi modal miliaran dolar dan dana hibah.






