Hiburan

Bos Ryzen: “AMD Sedang Aktif Berupaya” Hidupkan Kembali CPU Lama Hadapi Krisis RAM DDR5

AMD mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali lini prosesor lama mereka guna membantu pengguna menghindari lonjakan harga RAM DDR5 yang signifikan. Rencana strategis ini diungkapkan oleh David McAfee, Kepala Divisi Ryzen AMD, dalam sebuah diskusi meja bundar yang diikuti oleh Tom’s Hardware pada Rabu, 7 Januari 2026.

Krisis Harga RAM DDR5 Memicu Strategi Baru

Krisis memori RAM telah menyebabkan harga kit DDR5 melonjak drastis di pasaran. Kit yang sebelumnya dijual di bawah 100 dolar AS pada Agustus 2025, kini mencapai angka 440 dolar AS. Sebagai perbandingan, 32 GB RAM DDR4 saat ini dapat dibeli sekitar 179 dolar AS, jauh lebih terjangkau meskipun tidak sehemat dulu.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Menanggapi kesulitan yang dihadapi para perakit PC pada tahun 2026, McAfee menyatakan bahwa AMD “tentu saja melihat segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk membawa lebih banyak pasokan dan memperkenalkan kembali produk ke dalam ekosistem guna memenuhi permintaan para gamer yang mungkin menginginkan peningkatan signifikan pada platform AM4 mereka tanpa harus membangun ulang seluruh sistem mereka.” Ia juga menegaskan bahwa ini adalah sesuatu yang sedang “sangat aktif dikerjakan” oleh AMD, seperti yang dicatat oleh tim redaksi Mureks.

Platform AM4 dan Potensi Kebangkitan

Platform AM4 yang digunakan oleh prosesor lama seperti seri Ryzen 5000 mendukung memori DDR4. Sementara itu, platform AM5 dan chip Ryzen seri 7000/9000 yang lebih baru menggunakan DDR5. Meskipun penggunaan DDR4 dan prosesor lama dapat mengurangi performa, pengguna masih bisa mendapatkan kinerja yang baik untuk gaming.

Bukan hal baru bagi AMD untuk memperkenalkan kembali CPU lama. Perusahaan ini telah menjual chip AM4 lama selama beberapa waktu, termasuk prosesor X3D baru yang diulas pada tahun 2024. Sebelumnya, AMD sempat menghentikan produksi Ryzen 7 5700X3D seiring transisi ke platform AM5, namun kini ada indikasi kuat chip tersebut akan kembali.

Dampak Pasar dan Respons Kompetitor

Krisis RAM ini berdampak signifikan pada pasar komponen PC. Penjualan motherboard dilaporkan turun 50% pada akhir 2025 dibandingkan akhir 2024, karena pembeli enggan berinvestasi pada sistem baru. McAfee menambahkan bahwa mitra AMD melihat peningkatan jumlah pembelian CPU saja, menunjukkan tren pengguna yang ingin meningkatkan mesin yang sudah ada.

Situasi serupa juga terlihat pada kompetitor. Intel menawarkan chip lama yang mendukung DDR4 dan DDR5, tergantung pada motherboard. Sementara itu, Nvidia juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali kartu grafis RTX 3060, meskipun ini masih sebatas rumor.

Langkah AMD ini diharapkan dapat menjaga segmen PC gaming dengan anggaran terbatas tetap hidup dan berkembang sepanjang tahun ini, di tengah tantangan harga komponen yang terus meningkat.

Referensi penulisan: www.pcgamer.com

Mureks