Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Guncangan kuat akibat gempa ini dilaporkan terasa hingga ke sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara, termasuk Ternate dan Bitung.
Pusat Gempa dan Kedalaman
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya 52 kilometer tenggara Melonguane. Gempa terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan kedalaman 17 kilometer.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Meskipun memiliki magnitudo yang signifikan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Informasi ini segera diteruskan kepada masyarakat untuk menghindari kepanikan.
Dampak Getaran di Berbagai Daerah
Menurut catatan Mureks, getaran gempa dirasakan dengan intensitas bervariasi di beberapa wilayah. BMKG merinci skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah lokasi terdampak.
- Tobelo: MMI III-IV
- Sitaro: MMI III-IV
- Ternate: MMI II-III
- Minahasa Utara: MMI II-III
- Bitung: MMI II-III
- Morotai: MMI III
BMKG menjelaskan, pada skala MMI II, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, pada skala MMI III, getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas.
Untuk skala MMI IV, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar. Pada intensitas ini, gerabah dapat pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding mengeluarkan bunyi.
“Gempa ini dirasakan (MMI): III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, II-III Bitung, III Morotai,” tulis BMKG melalui keterangannya pada Sabtu (10/1/2026).
BMKG juga menambahkan, “Pusat gempa berada di laut 52 km tenggara Melonguane. Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat.”






