Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim bahwa program Makan Bergizi (MBG) telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025. Angka fantastis ini disebut melampaui jumlah penduduk Korea Selatan dan setara dengan dua kali populasi Australia.
Klaim tersebut disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat memaparkan capaian satu tahun pelaksanaan MBG pada Kamis, 8 Januari 2026. Dalam pemaparannya yang diunggah di kanal YouTube resmi BGN, Dadan merinci perbandingan tersebut.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Dadan menyatakan, “55,1 juta (penerima manfaat) sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 juta, sehingga kita sudah bisa memberimakan satu negara sebesar Korea Selatan.”
Ia melanjutkan perbandingan dengan Australia yang memiliki populasi sekitar 27,2 juta jiwa. “Namun kalau Australia itu dua kali Australia, 27,2 juta, persis itu,” imbuhnya.
Menurut Dadan, secara kapasitas, pelaksanaan MBG menunjukkan skala yang sangat besar. “Artinya, secara tidak langsung kita sudah mampu ‘memberi makan’ satu negara sebesar Korea Selatan, bahkan dua kali negara Australia,” tegasnya.
Capaian ini, lanjut Dadan, merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak yang terlibat langsung, mulai dari kepala satuan pemenuhan gizi, ahli gizi, akuntan, hingga relawan di lapangan.
Mureks mencatat bahwa Dadan juga menyampaikan apresiasi. “Kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberikan perhatian cukup besar terhadap program MBG termasuk yang selalu memberikan komentar, kritik, saran dan lain-lain membuat BGN berkembang ke arah yang lebih positif,” ujarnya.
BGN menargetkan perbaikan berkelanjutan untuk tahun berikutnya. “Saya berharap MBG akan jauh lebih baik di tahun 2026 dibandingkan tahun 2025,” pungkas Dadan.
Sebelumnya, riset dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sempat menyoroti program MBG. Indef menyebut MBG berpotensi menjadi beban fiskal jika tidak diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang luas, meskipun riset lain juga menyatakan MBG mengubah komposisi belanja, bukan menambah defisit.






