Asus Republic of Gamers (ROG) resmi memperkenalkan lini produk audio gaming terbarunya, ROG Cetra Open Wireless, dalam ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026. Earbud nirkabel berdesain open-ear ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gamer yang menginginkan pengalaman audio imersif sekaligus tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, cocok untuk gaming, mendengarkan musik, hingga aktivitas outdoor.
Salah satu fitur unggulan ROG Cetra Open Wireless adalah konektivitas dual-mode. Pengguna dapat memilih antara koneksi Bluetooth atau teknologi nirkabel latensi ultra-rendah ROG SpeedNova 2.4GHz. “Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi audio dan visual lebih presisi saat bermain game, terutama untuk judul-judul kompetitif yang menuntut respons cepat,” demikian pernyataan Asus pada Jumat (9/1/2026).
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Desain Ergonomis dan Kualitas Audio Premium
Perusahaan asal Taiwan ini juga menyematkan dongle USB-C 2.4Ghz yang mendukung pengisian daya satu arah, memungkinkan pengguna mengisi daya earbud bahkan saat sedang digunakan. Dari segi kualitas suara, ROG Cetra Open Wireless diklaim menghasilkan karakter suara yang bersih, bass penuh, dan soundstage luas. Hal ini berkat penggunaan driver diafragma berukuran 14,2mm dengan lapisan diamond-like carbon, yang juga mampu menekan distorsi dan menjaga detail nada tinggi tetap jernih.
Kenyamanan menjadi perhatian utama Asus. Earbud ini dilengkapi ear hook ergonomis berbahan liquid silicone serta gantungan leher reflektif yang dapat dilepas-pasang. “Kombinasi ini membuat ROG Cetra Open Wireless tetap stabil saat dipakai untuk bergerak, berlari, atau berolahraga sekalipun,” jelas perusahaan. Berbeda dengan earbud modern kebanyakan, perangkat ini menggunakan kontrol tombol fisik untuk presisi lebih baik, bahkan saat tangan berkeringat atau dalam kondisi hujan.
ROG Cetra Open Wireless juga dibekali dua mode audio bawaan: mode Phantom Bass untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah, dan mode Immersion untuk mengurangi kebisingan latar belakang. Dengan sertifikasi ketahanan cipratan IPX5, earbud ini diklaim mampu bertahan hingga 16 jam dalam mode Bluetooth, dengan pencahayaan RGB dan mikrofon dalam keadaan mati.
ROG Xreal R1: Kacamata AR Gaming Pertama di Dunia
Selain earbud, Asus juga memperkenalkan perangkat gaming portabel ROG Xreal R1 di CES 2026. Kacamata AR gaming ini diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan layar micro-OLED FHD 240Hz. ROG Xreal R1 dirancang untuk memberikan pengalaman gaming yang lancar dan imersif tanpa perlu monitor fisik, dengan kemampuan memunculkan layar virtual berukuran 171 inci.
“Berbekal wearable ini, gamer yang memainkan game di ROG Ally dapat menikmati tampilan lebih luas dengan sudut padang sebesar 57 derajat,” kata Asus pada Selasa (6/1/2026). Spesifikasi layarnya mencakup panel Sony micro-OLED 0,55 inci beresolusi Full HD 1920 x 1080 piksel dengan refresh rate 240Hz, menjanjikan visual super halus dan latensi motion-to-photon rendah. Perangkat ini juga mendukung mode Anchor berbasis 3 Degrees of Freedom.
Konektivitas ROG Xreal R1 sangat fleksibel. Gamer dapat langsung menghubungkannya ke ROG Ally melalui kabel USB-C. Untuk pengguna PC dan konsol, Asus menyediakan ROG Control Dock dengan input DisplayPort 1.4 dan dua port HDMI 2.0. Kacamata ini juga dilengkapi lensa elektrokromik dengan tiga tingkat transparansi yang dapat menyesuaikan otomatis atau manual, serta audio “Sound by Bose” untuk efek suara tiga dimensi. Dengan bobot hanya 91 gram, ROG Xreal R1 dijadwalkan meluncur secara global pada paruh pertama 2026.
Rumor Produksi RAM Mandiri Asus di Tengah Krisis Memori Global
Di tengah berbagai inovasi produk, Asus juga dihadapkan pada isu strategis terkait pasokan memori. Perusahaan dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memproduksi RAM secara mandiri mulai tahun 2026, sebagai respons terhadap krisis pasokan memori global yang menyebabkan tingginya harga laptop. Namun, Asus secara resmi telah membantah rencana tersebut, sebagaimana dikutip dari Digital Trends pada Selasa (30/12/2025).
Rumor ini muncul di tengah keterbatasan pasokan memori DDR4 dan DDR5 di pasar global. Tiga produsen memori terbesar dunia, yakni Samsung, Micron, dan SK Hynix, kini memprioritaskan alokasi kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan harga lebih tinggi. Catatan Mureks menunjukkan, dampak dari ketidakseimbangan permintaan dan pasokan ini adalah kenaikan harga memori yang signifikan, yang secara langsung memengaruhi harga jual laptop di pasaran.
Bagi Asus, situasi ini menjadi tantangan serius. Perusahaan disebut telah bersiap melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk laptop guna mengimbangi kenaikan biaya komponen. Posisi tawar menawar dengan pemasok memori dinilai terbatas karena produsen RAM lebih memprioritaskan klien korporasi berskala besar.






