Produsen teknologi asal Taiwan, Asus, mengumumkan tidak akan meluncurkan ponsel baru sepanjang tahun 2026. Keputusan ini muncul setelah laporan awal yang menyebutkan divisi smartphone Asus telah ditutup. Meski demikian, Asus memastikan dukungan purna jual untuk model yang sudah ada akan tetap berlanjut.
Sebelumnya, sebuah laporan dari Digitimes pada Selasa, 06 Januari 2026, menyebutkan bahwa distributor Asus di Taiwan tidak lagi dapat membeli ponsel dari perusahaan tersebut. Mitra industri mereka bahkan mengklaim Asus telah menghentikan divisi smartphone-nya pada akhir tahun 2025. Namun, Asus segera memberikan klarifikasi.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dalam respons resminya, Asus menegaskan bahwa meskipun tidak ada peluncuran ponsel baru di tahun 2026, garansi, perbaikan, dan dukungan perangkat lunak untuk model yang sudah ada akan terus berjalan sesuai janji. Perusahaan juga menjamin bahwa ini bukan akhir bagi lini ponsel populer mereka seperti Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9 Pro.
Lini Produk Terakhir dan Harapan yang Pupus
Ponsel terbaru Asus yang dirilis adalah ROG Phone 9 FE, yang hanya tersedia di Thailand pada Februari 2025. Pada bulan yang sama, Asus meluncurkan Zenfone 12 Ultra secara global. Sebulan sebelumnya, seri ROG Phone 9 yang berfokus pada gaming juga telah diluncurkan, menggunakan banyak komponen serupa dengan perangkat berlabel Republic of Gamers.
Model Zenfone 10, yang kini berusia satu setengah tahun dan tidak lagi tersedia langsung dari Asus, dikenal sebagai salah satu ponsel Android ringkas yang langka. Banyak penggemar berharap Asus akan meluncurkan penerus langsung untuk model ini. Namun, fokus perusahaan pada model Zenfone Ultra tampaknya mengesampingkan sekuel tersebut. Dengan pengumuman tidak adanya pembaruan di tahun 2026, peluang untuk melihat Zenfone mini baru menjadi semakin kecil.
Tantangan di Pasar Android yang Kompetitif
Secara keseluruhan, Asus menunjukkan kinerja yang cukup baik berkat permintaan yang berkelanjutan untuk produk lain seperti komponen PC dan laptop, serta perangkat gaming handheld ROG Ally yang sukses. Namun, pasar ponsel Android, meskipun penuh dengan kompetitor, didominasi oleh segelintir merek besar. Mureks mencatat bahwa, meskipun produk-produk Asus memiliki kualitas yang baik, perusahaan ini belum mampu menembus dominasi tersebut.
Ada kemungkinan bahwa Asus hanya ingin mengambil jeda dari peluncuran ponsel selama setahun, memutuskan untuk keluar dari siklus pembaruan tahunan dan fokus pada peningkatan yang lebih substansial namun tidak terlalu sering. Namun, sulit untuk menampik bahwa ini bisa menjadi awal dari keluarnya Asus dari bisnis smartphone setelah lebih dari satu dekade beroperasi. Keputusan ini berpotensi mengurangi keragaman pilihan bagi konsumen Android di masa depan.






