Teknologi

ASUS Guncang CES 2026 dengan ROG Zephyrus Duo dan Zenbook DUO Berlayar Ganda OLED Kaku

meluncurkan jajaran laptop dual-screen terbarunya, dan Zenbook DUO 2026, dalam pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026. Inovasi ini menarik perhatian dengan pendekatan revolusioner yang mengedepankan durabilitas dan fleksibilitas.

Berbeda dengan tren laptop layar lipat yang rentan goresan dan berbiaya tinggi, ASUS memilih untuk menggunakan dua panel OLED kaku independen. Kedua layar ini terhubung melalui engsel konvensional, menawarkan solusi yang lebih andal dan siap pakai bagi para profesional maupun gamer.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Desain layar ganda ini secara signifikan meningkatkan fleksibilitas alur kerja pengguna. Laptop ini mendukung berbagai mode penggunaan, termasuk mode tenda (tent mode) untuk berbagi tampilan dan pengaturan layaknya dual-monitor portabel.

Khusus untuk ROG Zephyrus Duo 2026 (GX561), ASUS membekalinya dengan spesifikasi kelas atas. Perangkat ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5090, menjanjikan performa tinggi untuk kebutuhan gaming maupun produktivitas berat.

Mengapa Layar Ganda Kaku Lebih Unggul?

Inovasi laptop dengan layar fleksibel yang dapat dilipat atau digulung memang mendorong batas desain. Namun, teknologi tersebut belum sepenuhnya matang untuk penggunaan harian yang intensif. Layar lipat masih sangat rentan terhadap goresan, sementara layar gulung masih berada pada tahap konsep. Keduanya menimbulkan kekhawatiran akan biaya perbaikan yang tinggi bagi pengguna produktif.

Desain dual-screen yang diusung oleh ROG Zephyrus Duo dan Zenbook DUO menghilangkan kekhawatiran tersebut. Dengan memanfaatkan dua layar independen yang terhubung oleh engsel, perangkat ini berfungsi layaknya dua monitor yang disatukan. Penggunaan panel OLED kaku konvensional memastikan pengguna tidak perlu khawatir menghadapi panel lunak dan rentan goresan.

Fleksibilitas Tanpa Kompromi

Desain ini menawarkan keserbagunaan yang jauh lebih besar dibandingkan laptop lipat atau gulung. Alih-alih hanya menyediakan satu panel besar yang dilipat, desain dual-screen ASUS memungkinkan berbagai posisi. Pengguna dapat melipatnya menjadi mode tenda untuk presentasi atau berbagi tampilan dengan rekan kerja.

Selain itu, keyboard dapat dilepas, memungkinkan kedua panel didirikan sebagai meja dual-screen mini. Keyboard nirkabel yang disertakan memberikan kebebasan posisi ergonomis yang optimal, baik untuk bekerja maupun bermain. Catatan Mureks menunjukkan, pendekatan ini secara praktis dan aman meningkatkan ruang layar yang tersedia.

Mureks