Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berambisi untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Ambisi ini muncul setelah ketegangan global yang dipicu oleh serangan militer AS ke Venezuela pada awal tahun 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Langkah Trump untuk mengakuisisi Greenland dinilai sebagai upaya strategis untuk menekan dominasi Rusia dan China di kawasan Arktik atau Kutub Utara. Wilayah Greenland dianggap sangat penting dan menguntungkan bagi AS, terutama dalam mengamankan kepentingan geopolitik di Arktik yang kian menjadi medan persaingan kekuatan global.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Menurut pantauan Mureks, kawasan Arktik memiliki nilai strategis yang tinggi, baik dari segi sumber daya alam maupun jalur pelayaran baru yang terbuka akibat perubahan iklim. Penguasaan Greenland akan memberikan AS pijakan penting untuk memproyeksikan kekuatan dan memantau aktivitas negara-negara rival di wilayah tersebut.
Upaya AS untuk menguasai Greenland ini menjadi sorotan dalam dialog di program Closing Bell CNBC Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026. Diskusi tersebut menghadirkan Managing Editor CNBC Indonesia, Muhammad Iqbal, dan Sefti Oktarianisa, yang membahas secara mendalam pandangan editorial mengenai ambisi geopolitik pemerintahan Trump ini.






