Jakarta – Arsenal menutup tahun 2025 dengan memuncaki klasemen Liga Inggris, sebuah posisi yang kerap menjadi harapan sekaligus tantangan berat bagi The Gunners. Tim Meriam London bertekad kuat untuk mengakhiri “kutukan” yang menghantui mereka di musim-musim sebelumnya, di mana posisi teratas di akhir tahun belum tentu berujung pada gelar juara.
Saat ini, Arsenal memimpin perolehan poin dengan 45 angka dari 19 pertandingan yang telah dilakoni. Mereka unggul empat poin atas pesaing terdekatnya, Manchester City, yang berada di posisi kedua. Keunggulan ini memberikan sedikit ruang bernapas, namun sejarah mencatat bahwa jalan menuju trofi masih panjang dan penuh rintangan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa dalam enam kesempatan sebelumnya memuncaki klasemen Liga Inggris saat pergantian tahun, Arsenal hanya berhasil meraih gelar juara Premier League satu kali. Momen bersejarah itu terjadi pada musim 2001/2002, di bawah asuhan Arsene Wenger.
Dua musim terakhir menjadi pelajaran pahit bagi Arsenal. Pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, meskipun sempat memimpin klasemen di awal tahun, mereka harus rela kalah bersaing dengan Manchester City di fase akhir kompetisi. Arsenal pun harus puas finis sebagai runner-up di kedua musim tersebut.
Semangat Arteta untuk Mematahkan Kutukan
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa timnya memiliki semangat membara untuk mematahkan rekor buruk tersebut. Ia melihat adanya energi dan keinginan besar dari para pemainnya untuk meraih gelar juara yang telah lama dinantikan.
“Mari patahkan itu,” ujar Arteta, seperti dilansir Sky Sports, menanggapi tantangan sejarah yang dihadapi timnya.
“Itulah yang mereka serukan setiap hari, Anda bisa lihat semangat dan energinya. Seberapa besar mereka menginginkannya.”
Arteta juga mengingatkan timnya untuk tetap fokus dan menikmati setiap proses yang berjalan. “Masih ada lima bulan lagi, nikmati saja dari hari ke hari, dan nikmati proses yang sedang kami jalani,” tambahnya, menekankan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara hingga akhir musim.






