Arsenal kembali menunjukkan performa impresif di Liga Premier musim 2025/26, memuncaki klasemen dengan keunggulan empat poin dari rival terdekat, Manchester City. Namun, manajer Mikel Arteta mendesak skuadnya untuk mematahkan “kutukan Tahun Baru” yang kerap menghantui The Gunners dalam perebutan gelar juara.
Dominasi Arsenal di Paruh Musim
Hingga pekan ke-19, Arsenal hanya menelan dua kekalahan dan memiliki rekor pertahanan terbaik di liga, hanya kebobolan 12 gol. Konsistensi ini menempatkan mereka sebagai favorit kuat untuk meraih trofi Liga Premier pertama sejak musim 2003/04.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Meskipun dilanda beberapa cedera, terutama di lini pertahanan, kedalaman skuad memungkinkan Arteta untuk melakukan rotasi tanpa mengurangi kekuatan tim. Hal ini terbukti saat Declan Rice absen dalam laga terakhir melawan Aston Villa, namun Arsenal tetap tampil gemilang dan meraih kemenangan 4-1. Gabriel Magalhaes, Martin Zubimendi, Leandro Trossard, dan Gabriel Jesus menjadi pencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Selain di liga domestik, tim asal London utara ini juga menunjukkan performa cemerlang di kompetisi lain. Mereka memimpin klasemen fase liga Liga Champions dengan rekor sempurna enam kemenangan dari enam laga. Di kancah domestik, Arsenal akan segera menghadapi Chelsea di leg pertama semi-final Carabao Cup dan memulai kampanye Piala FA dengan bertandang ke Portsmouth bulan ini.
Bayang-bayang Kegagalan Musim Lalu
Namun, ada rintangan mental yang harus diatasi Arsenal di paruh kedua musim ini. Mureks mencatat bahwa dalam lima kesempatan sebelumnya, The Gunners mengakhiri tahun kalender di puncak klasemen, namun selalu gagal memanfaatkan keunggulan tersebut dan kandas dalam perebutan gelar. Contoh paling segar adalah musim 2022/23, ketika Arsenal sempat unggul tujuh poin dari City, namun mengakhiri musim dengan selisih lima poin di belakang rival mereka.
Keunggulan empat poin kali ini memang tidak sebesar sebelumnya, namun nasib Arsenal sepenuhnya berada di tangan mereka. Arteta memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menghindari finis di posisi kedua untuk musim keempat berturut-turut. Mereka bahkan berkesempatan memperlebar jarak menjadi tujuh poin pada Sabtu malam saat bertandang ke markas Bournemouth, sementara City baru akan menjamu Chelsea sehari kemudian.
Arteta Kobarkan Semangat: “Mari Kita Hancurkan Rekor Buruk Ini”
Dalam konferensi pers pra-pertandingan pada Jumat (02/01), Arteta mengaku tidak mengetahui statistik kegagalan masa lalu tersebut. Meski demikian, ia mendesak para pemainnya untuk menjadikan kekecewaan sebelumnya sebagai motivasi untuk meraih gelar Liga Premier pertama mereka sejak musim 2003/04.
“Mari kita pecahkan rekor buruk ini,” tegas Arteta, menantang skuadnya. “Itulah yang ditunjukkan para pemain setiap hari saat mereka bersama kami, berlatih, dan di setiap pertandingan. Anda bisa melihat keinginan mereka. Anda bisa melihat energi yang mereka curahkan, dan betapa besar keinginan mereka.”
Arteta menambahkan, “Masih ada lima bulan lagi. Mari kita jalani hari demi hari, nikmati proses berada di posisi kita sekarang, dan raihlah kemenangan.”
Jadwal Padat Penentu Trofi
Arsenal berharap bisa menghindari pengulangan hasil musim lalu dalam kunjungan terakhir mereka ke Stadion Vitality, markas Bournemouth. Kala itu, Arteta menyaksikan bek William Saliba menerima kartu merah di setengah jam pertama sebelum gol-gol di babak kedua dari Ryan Christie dan Justin Kluivert membantu Bournemouth mengamankan kemenangan 2-0. Namun, The Cherries kini berada dalam kesulitan, belum memenangkan pertandingan sejak akhir Oktober, dan turun ke peringkat 15 di klasemen.
Setelah pertandingan melawan Bournemouth, Arsenal akan menjamu juara bertahan Liverpool di Stadion Emirates sebelum mengunjungi Portsmouth di Piala FA. Mereka kemudian akan menghadapi Chelsea di leg pertama semi-final Carabao Cup, sebelum bertandang ke Nottingham Forest dan Inter Milan di Liga Champions.
Arsenal masih belum meraih trofi besar sejak tahun 2020. Namun, dengan performa dan semangat yang ditunjukkan, mereka memiliki peluang besar untuk mematahkan rekor tersebut jika mampu menjaga ketenangan dan konsistensi di paruh kedua musim ini.






