Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan komentarnya terkait hasil imbang dramatis 2-2 melawan Fulham dalam laga pekan ke-20 Liga Inggris Premier League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Craven Cottage pada Minggu, 4 Januari malam WIB, menyisakan kekecewaan bagi The Reds setelah gol telat Fulham membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata.
Slot menyoroti bahwa gol penyama kedudukan dari Fulham terjadi karena timnya bertahan terlalu dalam. Liverpool sempat unggul 2-1 berkat gol Cody Gakpo pada menit 90+5, namun keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Harrison Reed berhasil mencetak gol balasan pada menit 90+7 melalui sepakan jarak jauh yang mengejutkan.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut Slot, situasi bertahan yang terlalu dalam membuat para pemainnya kesulitan keluar dari tekanan, terutama saat menghadapi lemparan ke dalam dan bola mati. Ia mengakui bahwa ini menjadi salah satu kelemahan Liverpool musim ini.
Analisis Arne Slot: Kelemahan Bola Mati dan Pertahanan Dalam
“Itu benar, tapi musim ini kami memang cukup sering kebobolan dari situasi lemparan ke dalam dan bola mati. Kami memiliki penyusunan tertentu dan para pemain sudah menjalankannya,” ujar Slot seusai laga seperti dilansir Antara dari laman resmi Liverpool.
Pelatih asal Belanda itu menambahkan, Liverpool sebenarnya sudah menutup area kotak penalti dengan baik. Namun, Fulham justru berhasil memanfaatkan ruang kosong di luar kotak penalti, sebuah kejadian yang jarang terjadi.
“Jika mereka tidak mengambil lemparan jauh, kami bisa keluar lebih cepat dan lebih agresif. Namun, Anda juga harus memberi kredit pada tembakan luar biasa itu. Peluang mencetak gol dari posisi seperti itu sangat kecil, tapi kami tetap saja kebobolan,” terang Slot.
Gol Reed bermula dari lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Liverpool. Saat itu, delapan pemain The Reds berada di dalam kotak penalti, memberikan ruang dan waktu bagi Reed untuk melepaskan sepakan keras jarak jauh yang tak mampu diantisipasi kiper Alisson Becker. Mureks mencatat bahwa kepadatan di dalam kotak penalti justru membuka celah di luar.
Pola Kebobolan yang Berulang dan Krisis Lini Depan
Sebelum drama di masa tambahan waktu, Fulham sempat unggul lebih dulu melalui gol Harry Wilson pada menit ke-17. Liverpool baru menyamakan kedudukan lewat gol Florian Wirtz pada menit ke-57.
Slot juga menyoroti pola kebobolan yang kerap dialami timnya, yaitu dari peluang pertama lawan. “Sudah berbulan-bulan saya merasakan hal yang sama. Peluang pertama lawan, dan satu-satunya peluang mereka di babak pertama, langsung berbuah gol. Itu sering terjadi pada kami. Hal lain yang juga berulang adalah lawan mencetak gol secara tidak terduga pada masa tambahan waktu. Ini mengejutkan, tapi sudah menjadi pola,” jelas Slot.
Selain masalah pertahanan, Slot mengakui keterbatasan opsi pemain di depan juga menjadi kendala. Absennya Hugo Ekitike dan Aleksandar Isak karena cedera memaksa pemain lain bekerja ekstra.
“Sejak Alex tidak ada, Hugo harus bermain 80 atau 90 menit di setiap pertandingan. Ini pertama kalinya dia bermain di level liga Inggris tanpa jeda musim dingin dan juga tampil di Liga Champions. Jadi, tidak mengejutkan jika dia kelelahan dan mengalami DOMS (nyeri otot),” tutup Slot.






