Teknologi

Apple Rayakan Dua Dekade MacBook Pro: Dari Era Intel hingga Revolusi Chip Apple Silicon M1

Minggu, 11 Januari 2026, menandai momen penting bagi para penggemar teknologi di seluruh dunia. Sehari sebelumnya, tepat pada 10 Januari 2026, salah satu lini laptop profesional paling ikonik, , genap berusia 20 tahun. Perangkat ini pertama kali diperkenalkan oleh mendiang dalam segmen kejutan “One More Thing” di akhir pidato utamanya pada Macworld San Francisco tahun 2006.

Peluncuran MacBook Pro kala itu bukan sekadar memperkenalkan laptop baru, melainkan sebuah deklarasi pergeseran strategis besar bagi Apple. Laptop ini hadir sebagai pengganti lini PowerBook, sekaligus merepresentasikan transisi radikal Apple dari arsitektur PowerPC ke chip Intel Core Duo. Perubahan fundamental ini membuka era baru dalam hal kinerja dan desain, yang kemudian mendefinisikan standar laptop premium selama dua dekade berikutnya.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Era Intel: Fondasi Awal MacBook Pro

Keputusan untuk beralih dari chip PowerPC ke Intel Core mendorong Apple untuk melakukan rebranding total, secara efektif memisahkan masa lalu dan masa depan lini produk laptop mereka. Pada awal kemunculannya, MacBook Pro hanya tersedia dalam ukuran 15 inci. Beberapa bulan kemudian, model 17 inci menyusul. Menariknya, model 13 inci baru diperkenalkan pada Oktober 2008 dan, setelah hanya satu generasi, digabungkan ke dalam lini MacBook Pro pada tahun 2009.

Model MacBook Pro original hadir dalam dua konfigurasi utama. Keduanya menampilkan layar widescreen 15,4 inci dengan resolusi 1.440 x 900 piksel. Model standar, yang dibanderol seharga $1.999, ditenagai prosesor Core Duo 1.67GHz, RAM DDR2 512MB, dan hard drive 80GB. Sementara itu, model kelas atas, dengan harga $2.499, menawarkan prosesor Core Duo 1.83GHz yang lebih cepat, RAM 1GB, dan hard drive 100GB.

Catatan Mureks menunjukkan, Apple segera meningkatkan spesifikasi chip Core Duo saat perangkat mulai dikirimkan sebulan kemudian. Model dasar ditingkatkan menjadi 1.83GHz dan konfigurasi tertinggi menjadi 2.0GHz. Bahkan, Apple memperkenalkan opsi build-to-order 2.16GHz yang lebih premium untuk memenuhi kebutuhan pengguna profesional.

Inovasi dan Kontroversi Desain

Selama dua dekade perjalanannya, MacBook Pro tidak hanya dikenal karena inovasinya, tetapi juga menghadapi sejumlah kontroversi desain. Salah satu yang paling diingat adalah kegagalan keyboard Butterfly yang menuai banyak kritik dari pengguna karena masalah keandalan dan kenyamanan. Fitur Touch Bar juga menjadi perdebatan, dengan sebagian pengguna merasa tidak praktis dan kurang intuitif.

Namun, revolusi terbesar dalam sejarah MacBook Pro terjadi pada tahun 2020. Apple secara drastis beralih dari chip Intel ke arsitektur Apple Silicon M1 yang dikembangkan sendiri. Peralihan ini membawa peningkatan kinerja dan efisiensi daya secara signifikan, mengubah lanskap industri laptop dan kembali menempatkan MacBook Pro di garis depan inovasi. Transisi ke Apple Silicon terus berlanjut dengan chip M-series generasi berikutnya, memperkuat posisi MacBook Pro sebagai perangkat pilihan bagi para profesional kreatif dan teknolog.

Mureks