Teknologi

Antarmuka Microsoft Edge Dirombak Mirip Copilot, Pengguna Khawatirkan Masa Depan Windows 11

Microsoft tengah menguji coba desain antarmuka baru untuk peramban Edge yang sangat terinspirasi dari aplikasi Copilot. Langkah ini, menurut pantauan Mureks, memicu gelombang ketidakpuasan di kalangan pengguna Windows 11 yang merasa jenuh dengan dorongan agresif Microsoft terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).

Laporan dari Windows Central menyebutkan bahwa versi uji coba Edge di kanal Canary dan Dev telah menampilkan antarmuka yang diperbarui. Desain ini mengadopsi elemen visual dari aplikasi Copilot, termasuk penggunaan warna dan jenis huruf yang serupa pada menu konteks dan panel pengaturan peramban. Ciri khas lain dari aplikasi Copilot, yaitu sudut membulat yang lebih menonjol, juga terlihat jelas dalam perombakan ini.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Elemen antarmuka yang didesain ulang ini diterapkan secara universal pada peramban, terlepas dari apakah pengguna mengaktifkan ‘Copilot Mode’ di Edge atau tidak. Namun, halaman ‘New Tab Page’ berbasis Copilot, yang diluncurkan tahun lalu, masih hanya tersedia bagi mereka yang mengaktifkan mode tersebut. Pengguna lain akan tetap mendapatkan umpan berita MSN dan Bing standar saat membuka tab baru.

Dorongan AI dan Istilah ‘Microslop’

Perombakan ini menjadi gejala dari dorongan yang lebih luas dari Microsoft terhadap segala hal yang berbau AI, yang telah memicu sentimen negatif dan tuduhan ‘Microslop’ dari sebagian pengguna. Mureks mencatat bahwa respons negatif ini terlihat jelas di berbagai forum daring, termasuk utas Reddit, di mana banyak pengguna menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap ide tersebut.

Istilah ‘AI slop’ sendiri merupakan sebutan merendahkan untuk fitur-fitur AI yang dipaksakan masuk ke dalam produk, menyebabkan pembengkakan dan perlambatan kinerja. ‘Microslop’ kemudian menjadi slogan yang, menurut banyak pihak, sangat cocok dengan pendekatan Microsoft tidak hanya pada Windows 11, tetapi juga pada sebagian besar rangkaian produknya, seperti perubahan nama Microsoft Office menjadi Microsoft 365 Copilot.

Meskipun tidak semua pengguna membenci AI, Microsoft mungkin merasa perlu melakukan sesuatu yang lebih radikal untuk meningkatkan adopsi Edge, mengingat kinerja peramban tersebut yang kurang memuaskan belakangan ini. Namun, ada kekhawatiran bahwa langkah ini justru dapat memperburuk keadaan.

CEO Microsoft, Satya Nadella, pada awal tahun baru ini sempat menyatakan bahwa “kita perlu melampaui argumen tentang slop versus kecanggihan” terkait AI. Namun, pernyataan tersebut justru dengan cepat memicu munculnya istilah ‘Microslop’ di media sosial, dengan ajakan untuk mencarinya di Google agar julukan tersebut semakin melekat.

Masa Depan Windows dan Kepercayaan Pengguna

Dorongan AI yang semakin kuat di Windows 11, dan ‘Copilot-ifikasi’ Edge ini, dikhawatirkan akan meluas ke aplikasi lain atau bahkan antarmuka sistem operasi desktop itu sendiri. Ada spekulasi bahwa versi Windows berikutnya mungkin tidak akan disebut Windows 12, melainkan ‘Windows Copilot’ atau ‘Windows AI’, mengingat komitmen kuat Microsoft terhadap merek Copilot.

Jika fitur-fitur AI ini, khususnya agen, gagal memberikan hasil yang diharapkan atau bahkan terbukti tidak dapat diandalkan dan berbahaya, reputasi ‘Windows Copilot’ bisa hancur. Selain itu, ada perasaan yang berkembang bahwa Microsoft semakin kehilangan kepercayaan pengguna Windows, yang telah terkikis signifikan sejak peluncuran Windows 11. Banyak yang berharap Microsoft akan mengatasi kekhawatiran pengguna yang menolak tren AI ini, alih-alih mengabaikan mereka.

Tim redaksi Mureks mengingat bagaimana Microsoft saat peluncuran Windows 11 gencar menggembar-gemborkan bahwa mereka mendengarkan umpan balik pengguna. Namun, sentimen tersebut tampaknya telah dikesampingkan dalam ‘demam emas’ AI saat ini.

Mureks