Hiburan

AMD Sebut Perbandingan Panther Lake Intel ‘Bukan Pertarungan Adil’; Intel Balas ‘Jual Silikon Kuno’

Persaingan sengit antara raksasa semikonduktor Intel dan AMD kembali memanas di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Kedua perusahaan saling melontarkan tudingan terkait klaim performa prosesor terbaru mereka, terutama setelah peluncuran resmi Intel Panther Lake.

Rahul Tikoo, Senior Vice President dan General Manager Client Product Group AMD, dalam wawancaranya dengan Tom’s Hardware, menyatakan skeptisisme terhadap klaim Intel. Tikoo menegaskan bahwa chip kelas atas AMD, seperti Strix Halo atau Ryzen AI Max, akan mengungguli Panther Lake.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Strix Halo atau Ryzen AI Max akan membunuhnya,” ujar Tikoo. Ia menambahkan, “ini bahkan bukan pertarungan yang adil pada titik itu.”

Tikoo juga mengklaim bahwa chip kelas atas AMD “lebih baik dari itu dalam hal kinerja grafis,” dan bahwa konsumen yang mencari performa gaming akan membeli chip khusus gaming. Menurut Tikoo, hasil benchmark Intel untuk Panther Lake dibandingkan dengan chip Ryzen yang lebih rendah dan lebih tua. “Mereka membandingkan kelas tertinggi mereka dengan titik tengah kami,” jelasnya.

Mureks mencatat bahwa perdebatan ini menyoroti strategi pemasaran yang kerap digunakan kedua perusahaan. Tikoo juga menyangsikan harga Panther Lake. “Tunggu sampai Anda melihat titik harganya. Itu akan menjadi, Anda tahu. Cukup sudah,” kata Tikoo, mengisyaratkan harga yang tinggi.

Di sisi lain, Nish Neelalojan, Direktur Senior Manajemen Produk Klien Intel, dalam wawancara terpisah dengan PCWorld, melontarkan keluhannya terhadap AMD. Ia menuduh pesaingnya menjual teknologi usang.

“Mereka menjual silikon kuno, sementara kami menjual prosesor terbaru yang dirancang khusus untuk pasar ini,” tegas Neelalojan.

Perbandingan Teknologi dan Strategi Pemasaran

Panther Lake Intel diproduksi menggunakan node 18A dengan transistor gate-all-around dan pengiriman daya backside, sebuah inovasi signifikan. Sementara itu, Gorgon Point AMD menggunakan node N4 TSMC, yang merupakan proses N5 FinFET yang disempurnakan.

Klaim Intel bahwa AMD menjual ‘silikon kuno’ tidak sepenuhnya salah, mengingat AMD masih menggunakan arsitektur RDNA 3.5 untuk seri chip AI 400 mereka seperti Strix Halo, Strix Point, dan Gorgon Point. Gorgon Point sendiri merupakan penyegaran dari Strix Point dengan manajemen daya yang ditingkatkan.

Namun, tim redaksi Mureks menyoroti bahwa strategi penyegaran produk dan skema penamaan yang membingungkan juga kerap dilakukan oleh Intel. Contohnya adalah berbagai penyegaran Raptor Lake yang masuk ke lini Core Series 2, yang berbeda dengan Core Ultra Series 2 (Arrow Lake dan Lunar Lake).

Hal ini membuat tuduhan Intel terhadap AMD terasa sedikit munafik, mengingat sejarah kedua perusahaan dalam merilis chip dengan desain lama.

Klaim Performa dan Implikasi Pasar

Sebelumnya, Intel melaporkan bahwa chip Core Ultra Series 3 Panther Lake mereka menawarkan kinerja gaming hingga 77% lebih cepat dibandingkan Lunar Lake. Intel juga mengklaim peningkatan 82% dibandingkan AMD Ryzen AI 9 HX 370 untuk rendering native dan 73% dengan upscaling 2x.

Terlepas dari perdebatan ini, persaingan sengit antara Intel dan AMD dalam pengembangan chip pada akhirnya akan menguntungkan pasar yang lebih luas. Konsumen dapat berharap pada inovasi dan performa yang lebih baik dari kedua raksasa teknologi tersebut.

Intel berharap dapat merebut kembali dominasi di pasar perangkat gaming genggam jika klaim performa gaming Panther Lake terbukti kuat. CES 2026 di Las Vegas menjadi panggung bagi berbagai pengumuman teknologi terbaru dari nama-nama besar seperti Nvidia, AMD, Intel, Asus, Razer, dan MSI.

Mureks