Di tengah maraknya klaim aplikasi penghasil uang, tidak semuanya benar-benar aman digunakan. Banyak aplikasi menawarkan cuan cepat, tapi minim transparansi dan bahkan tidak memiliki izin resmi. Karena itu, aplikasi penghasil uang yang terdaftar dan diawasi OJK menjadi pilihan paling rasional bagi kamu yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan risiko yang lebih terukur.
Berbeda dari aplikasi berbasis tugas atau klik iklan, aplikasi penghasil uang kategori investasi bekerja dengan prinsip membuat uang kamu berkembang secara bertahap. Keuntungannya tidak instan, tetapi legal, jelas, dan berada dalam pengawasan regulator.
Aplikasi Penghasil Uang Berbasis Investasi yang Diawasi OJK
Berikut ini deretan aplikasi penghasil uang legal OJK yang populer digunakan sepanjang 2025 dan bisa diakses melalui Google Play Store maupun App Store.
1. Bibit – Aplikasi Penghasil Uang dari Reksadana untuk Pemula

Bibit dikenal sebagai aplikasi penghasil uang berbasis reksadana yang cocok untuk kamu yang baru mulai investasi. Sistemnya membantu menyesuaikan pilihan produk dengan profil risiko, sehingga kamu tidak perlu menganalisis pasar secara mendalam.
Keuntungan diperoleh dari kenaikan nilai reksadana, ditambah potensi bonus dari program referral. Karena terdaftar dan diawasi OJK, pengelolaan dana dilakukan sesuai aturan pasar modal.
2. Ajaib – Aplikasi Penghasil Uang dari Saham dan Reksadana

Ajaib menjadi salah satu aplikasi penghasil uang favorit karena menggabungkan investasi saham dan reksadana dalam satu platform. Penghasilan bisa datang dari capital gain, dividen saham, hingga program promo yang rutin ditawarkan.
Aplikasi ini terhubung langsung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berada di bawah pengawasan OJK, sehingga cocok untuk kamu yang ingin mulai serius di dunia pasar modal.
Mau tahu aplikasi lainnya yang juga terbukti membayar? klik di sini untuk tau aplikasi penghasil uang lainnya!
3. Bareksa – Aplikasi Penghasil Uang Investasi dengan Banyak Pilihan Produk

Bareksa menawarkan berbagai produk reksadana dari banyak manajer investasi. Sebagai aplikasi penghasil uang legal, Bareksa memungkinkan kamu menyusun portofolio sesuai tujuan keuangan, mulai dari jangka pendek hingga panjang.
Penghasilan diperoleh dari hasil pengembangan dana, bukan dari sistem bonus yang tidak jelas.
Aplikasi Penghasil Uang dari Pendanaan dan UMKM
Selain pasar modal, ada juga aplikasi penghasil uang yang bergerak di sektor pendanaan dan tetap berada dalam pengawasan OJK.
4. Amartha – Aplikasi Penghasil Uang dengan Dampak Sosial

Amartha memungkinkan kamu mendapatkan penghasilan dari pendanaan UMKM. Sistemnya berbasis P2P lending, di mana keuntungan berasal dari imbal hasil pendanaan yang dibayarkan secara berkala.
Selain cuan, kamu juga berkontribusi langsung pada pertumbuhan usaha kecil.
5. Investree – Aplikasi Penghasil Uang dari P2P Lending

Investree menawarkan skema serupa dengan Amartha, namun dengan variasi peminjam yang lebih luas. Sebagai aplikasi penghasil uang yang terdaftar OJK, Investree menyediakan informasi transparan soal risiko, tenor, dan imbal hasil sebelum kamu memutuskan mendanai.
Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Lemon8: 10 Ide Konten Favorit Kreator untuk Bangun Engagement & Cuan
Kenapa Aplikasi Penghasil Uang Legal OJK Lebih Aman?
Aplikasi penghasil uang yang terdaftar dan diawasi OJK wajib mematuhi aturan ketat, mulai dari transparansi biaya, perlindungan data, hingga mekanisme pengawasan. Ini membuat risiko penipuan jauh lebih kecil dibanding aplikasi yang menjanjikan uang cepat tanpa dasar bisnis yang jelas.
Dengan kata lain, aplikasi penghasil uang berbasis investasi memang tidak instan, tetapi lebih realistis dan berkelanjutan.
Jika kamu mencari aplikasi penghasil uang yang benar-benar aman, memilih platform investasi yang terdaftar dan diawasi OJK adalah langkah paling masuk akal di 2025. Bibit, Ajaib, Bareksa, Amartha, dan Investree membuktikan bahwa aplikasi penghasil uang tidak harus berbasis janji palsu, melainkan dari sistem investasi yang legal dan transparan. Aplikasi penghasil uang berbasis investasi mana yang paling cocok dicoba, reksadana, saham, atau pendanaan UMKM? Kenapa?
Klik mureks untuk tahu artikel menarik lainnya!






