Teknologi

20 Tahun Blu-ray: Bertahan di Era Streaming, Mengapa Format Ini Masih Dicintai Pecinta Film?

Selasa, 06 Januari 2026 menjadi penanda dua dekade sejak Blu-ray pertama kali diperkenalkan. Di tengah gempuran layanan streaming, format cakram optik ini secara mengejutkan masih menjadi pilihan utama bagi banyak penggemar film, menawarkan pengalaman menonton yang tak tertandingi.

Perjalanan Blu-ray: Dari CES 2006 hingga Kemenangan Format

Pameran elektronik konsumen terbesar di dunia, CES (Consumer Electronics Show) di Las Vegas, Nevada, pada tahun 2006 menjadi saksi bisu debut Blu-ray. Kala itu, perangkat dari Sony dan Toshiba yang mendukung medium film baru ini menjadi bintang pameran.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Blu-ray hadir sebagai salah satu dari dua rival definisi tinggi yang berambisi menggantikan DVD. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibanding pesaingnya, HD-DVD, serta dukungan luas dari studio film, Blu-ray dengan cepat unggul. Integrasi ke dalam konsol PlayStation 3 dan generasi selanjutnya juga turut memperkuat posisinya. Pada CES 2008, kemenangan Blu-ray dalam “perang format” ini sudah terlihat jelas.

Kualitas Superior dan Katalog Film yang Lebih Luas

Di era streaming yang serba praktis, mungkin mudah untuk menganggap cakram optik sebagai teknologi usang. Namun, bagi para pencinta film sejati, era streaming justru menyoroti mengapa cakram fisik seperti Blu-ray masih sangat relevan.

Salah satu keunggulan utama Blu-ray adalah kualitas gambar dan suara yang superior. Layanan streaming arus utama seringkali menggunakan format video dan audio yang mengalami kompresi (lossy), bahkan dapat terganggu oleh masalah kongesti jaringan. Sebuah cakram Blu-ray 4K, misalnya, mampu menyajikan versi film yang jauh lebih baik, asalkan transfernya dilakukan dengan cermat. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pengujian di laboratorium menunjukkan Blu-ray memiliki kualitas gambar, suara, dan stabilitas yang lebih baik.

Selain kualitas, cakram Blu-ray menawarkan katalog film yang jauh lebih luas. Platform streaming seringkali memiliki katalog film yang terbatas, terutama untuk sinema klasik dan kultus. Sebagai contoh, film klasik seperti The Sting (1973) atau Vanishing Point mungkin sulit ditemukan di layanan streaming di beberapa negara, namun mudah didapatkan dalam format Blu-ray.

Katalog streaming juga rentan terhadap perubahan. Sebuah film yang tersedia hari ini bisa saja hilang di kemudian hari karena masalah lisensi. Dengan cakram fisik, koleksi film Anda akan tetap abadi.

Kebebasan Berbagi dan Pasar Pembeli yang Menguntungkan

Manfaat lain yang sering terlupakan adalah kemampuan berbagi. Anda dapat meminjamkan cakram Blu-ray kepada teman atau anggota keluarga tanpa harus khawatir tentang biaya tambahan atau pembatasan berbagi akun. Ini menjadi poin penting di tengah kebijakan ketat mengenai berbagi kata sandi di beberapa platform streaming.

Meskipun Blu-ray kini dianggap sebagai pilihan yang lebih niche dan bukan lagi arus utama, pasar cakramnya justru sangat menguntungkan bagi pembeli. Banyak diskon tersedia untuk rilis baru, dan harga cakram bekas pun sangat terjangkau. Ini menjadikan Blu-ray pilihan menarik bagi kolektor dan penggemar film yang mencari nilai lebih.

Meskipun format ini mungkin akan perlahan-lahan meredup seiring waktu, Blu-ray diprediksi akan bertahan cukup lama. Dengan banyaknya rilis baru yang masih terus dinikmati, Blu-ray membuktikan bahwa kualitas dan kepemilikan fisik masih memiliki tempat di hati para pencinta sinema.

Mureks