Pemerintah Yunani secara resmi memulai implementasi teknologi kecerdasan artifisial (AI) pada infrastruktur kamera pengawas lalu lintas di kawasan Athena dan Attica. Langkah ini menandai era baru penegakan hukum lalu lintas yang lebih efisien dan terintegrasi.
Dalam fase uji coba yang dilakukan di delapan lokasi berisiko tinggi di Athena, sistem ini menunjukkan efektivitas yang signifikan. Sebagai contoh, kamera yang terpasang mencolok di Syngrou Avenue, salah satu arteri utama kota, berhasil mencatat lebih dari 1.000 pelanggaran hanya dalam kurun waktu sepekan setelah diaktifkan. Pantauan Mureks menunjukkan, pelanggaran yang paling dominan meliputi penggunaan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, sistem juga merekam pelanggaran batas kecepatan dan penerobosan lampu merah di berbagai titik.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Proses Penegakan Hukum dan Jaminan Transparansi
Menteri Tata Kelola Digital Yunani, Dimitris Papastergiou, menjelaskan bahwa sistem percobaan ini merupakan fondasi sebelum peluncuran platform penegakan elektronik terpadu berskala nasional. Menurutnya, teknologi AI memungkinkan pemrosesan data pelanggaran dilakukan dengan sangat cepat dan terintegrasi.
“Pengemudi yang tertangkap akan menerima pemberitahuan digital pada hari yang sama disertai bukti foto,” kata Papastergiou, dikutip dari SlashGear, Kamis (08/01/2026).
Papastergiou menambahkan, para pelanggar diberikan waktu 13 hari untuk mengajukan keberatan atas bukti yang disajikan. Saat ini, kamera percontohan masih terhubung dengan sistem Polisi Lalu Lintas yang sudah ada. Namun, ke depannya, seluruh operasional akan beralih sepenuhnya ke sistem manajemen pelanggaran elektronik yang baru.
Ekspansi Jaringan Kamera dan Tujuan Sosial
Pemerintah Yunani juga berencana untuk melakukan perluasan jaringan kamera secara masif melalui proses tender. Target akhirnya adalah pengoperasian 2.500 unit kamera di seluruh jaringan jalan raya di Yunani. Rencana tersebut mencakup pemasangan 2.000 kamera tetap di lokasi-lokasi rawan kecelakaan, termasuk penambahan 388 unit khusus untuk wilayah Attica.
Sementara itu, 500 unit kamera sisanya akan dipasang pada armada bus umum. Kamera ini berfungsi untuk memantau sterilisasi jalur khusus bus, memastikan kelancaran transportasi publik.
Kendati demikian, Papastergiou menegaskan bahwa fokus utama dari investasi teknologi ini bukan semata-mata pada aspek penghukuman. “Ini merupakan keputusan politik dengan tujuan sosial yang jelas, yaitu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.
Perdebatan Privasi dan Jaminan Keamanan Data
Penerapan teknologi ini memicu perdebatan mengenai privasi dan perlindungan data pribadi, mengingat kemampuan sistem untuk melacak pergerakan kendaraan secara terpusat. Kekhawatiran serupa juga muncul di negara lain, seperti kasus di perbatasan Texas-Oklahoma, Amerika Serikat, di mana kamera mencatat data warga yang taat hukum.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Yunani menjamin bahwa data yang dikumpulkan akan dienkripsi. Selain itu, proses penanganan pelanggaran akan dilakukan secara transparan. Warga juga dipastikan memiliki akses penuh terhadap bukti dan mekanisme banding yang tersedia.
Referensi penulisan: teknologi.bisnis.com






