Dokumenter Wham! (2023) mengajak penonton menelusuri kembali jejak karier salah satu duo pop paling berpengaruh di era 1980-an, Wham!. Film berdurasi 92 menit ini, yang disutradarai oleh Chris Smith dan ditulis oleh Clare Keogh, berhasil meraih rating 8.3/10, menyajikan kisah intim George Michael dan Andrew Ridgeley dari awal pertemanan hingga puncak ketenaran.
Kisah bermula pada tahun 1975, saat George Michael yang berusia 11 tahun dan Andrew Ridgeley yang 12 tahun pertama kali bertemu di Bushey Meads School. Dari pertemanan biasa di bangku sekolah, benih-benih impian besar mulai tumbuh, yang kelak akan melahirkan fenomena musik global. Dokumenter ini secara apik merangkai perjalanan Wham! melalui koleksi video rumahan dan arsip langka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pendekatan naratif film ini terasa sangat personal, seolah membuka album kenangan keluarga. Semua memori tersebut dibingkai dalam konsep scrapbook besar yang berisi artikel dan foto, didokumentasikan dengan teliti oleh ibu Andrew Ridgeley. Catatan Mureks menunjukkan, metode ini memberikan sentuhan hangat dan otentik, memungkinkan penonton merasakan langsung proses tumbuh kembang mimpi mereka.
Dari sanalah terlihat bagaimana George Michael dan Andrew Ridgeley meracik demo tape pertama mereka di ruang tamu rumah Ridgeley. Dengan peralatan sederhana, mereka merekam versi lengkap “Wham Rap! (Enjoy What You Do)” serta sebagian dari lagu ikonik “Careless Whisper”. Momen penting lainnya terjadi pada Maret 1982, ketika duo ini menandatangani kontrak rekaman dengan Innervision Records.
Meski single debut “Wham Rap! (Enjoy What You Do)” sempat gagal menembus UK Singles Chart, kesempatan emas datang pada November 1982. Penampilan mereka di acara Top of the Pops dengan lagu “Young Guns (Go for It)” menjadi titik balik. Lagu tersebut melesat dari posisi 42 hingga mencapai peringkat 3 tangga lagu, menandai dimulainya era keemasan Wham!.
Roda karier Wham! berputar kencang setelah itu. Rilisan ulang “Wham Rap!” berhasil menempati posisi 8, disusul “Bad Boys” yang meroket ke posisi 2 tangga lagu. Kesuksesan berlanjut dengan “Club Tropicana”, yang membawa Wham! terbang ke Ibiza, Spanyol, untuk syuting video musik luar negeri pertama mereka di Pikes Hotel. Andrew Ridgeley mengenang, “visual ini lebih sesuai dengan citra yang mereka inginkan, ceria, bebas, dan penuh warna.” Lagu ini pun sukses besar di berbagai tangga lagu Eropa, memperluas jangkauan Wham! secara internasional.
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Perselisihan dengan Innervision Records mendorong Wham! untuk beralih ke Epic Records, dengan Simon Napier-Bell sebagai manajer baru. Pada tahun 1984, duo ini merekam album Make It Big di Studio Miraval, Prancis Selatan. Album ini melahirkan single “Wake Me Up Before You Go-Go” yang menjadi nomor satu, terinspirasi dari catatan sederhana yang ditinggalkan Ridgeley di pintu kamar George Michael.
Menjelang akhir dokumenter, film ini juga mengulas keterlibatan George Michael dalam proyek amal Band Aid “Do They Know It’s Christmas?” di Sarm West Studios. Momen ini bertepatan dengan perilisan lagu abadi “Last Christmas”, lengkap dengan cuplikan di balik layar video klipnya yang diambil di Saas-Fee, Swiss, memberikan gambaran utuh tentang dedikasi dan warisan musik Wham!.






