Teknologi

Waspada! Ini Cara Akurat Deteksi HP Bekas Rekondisi agar Tak Tertipu Penjual Nakal

Harga perangkat gawai baru yang terus merangkak naik membuat opsi membeli ponsel bekas atau smartphone second semakin diminati masyarakat. Strategi finansial ini memungkinkan konsumen mendapatkan perangkat dengan spesifikasi tinggi, bahkan kelas flagship, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Namun, pasar ponsel bekas juga menyimpan risiko besar. Banyak unit yang beredar merupakan hasil rekondisi atau ‘kanibalan’ dengan komponen internal yang telah diganti menggunakan suku cadang berkualitas rendah demi menekan harga jual. Oleh karena itu, penting bagi setiap calon pembeli untuk memahami cara akurat mendeteksi apakah ponsel idaman masih orisinal atau sudah dipasangi komponen palsu. Panduan teknis ini, menurut Mureks, krusial untuk menghindari kerugian.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Inspeksi Fisik Mendalam: Deteksi Indikasi Bekas Bongkar

Produsen smartphone modern merancang perangkat dengan presisi pabrik yang sangat tinggi, menghasilkan desain bodi yang rapat dan mulus. Kondisi ini harus menjadi patokan utama saat Anda melakukan inspeksi fisik mendetail sebelum menyepakati transaksi. Fokuskan perhatian pada indikasi bahwa ponsel pernah dibongkar, sebuah tanda vital yang sering diabaikan.

Cermati Kondisi Baut di Dekat Lubang Pengisi Daya

Pengecekan baut merupakan langkah krusial. Biasanya, lubang baut kecil terletak di sisi bawah ponsel, dekat lubang pengisi daya (charger). Perhatikan dengan seksama apakah baut tersebut terlihat lecet, terkelupas warnanya, atau bahkan ada bekas congkelan.

Indikasi ini kuat menunjukkan bahwa ponsel pernah dibuka menggunakan obeng manual. Perangkat yang belum pernah dibongkar akan memiliki baut yang mulus sempurna, seolah-olah baru keluar dari pabrik.

Analisis Garis Lem dan Celah pada Bodi Ponsel

Semua HP terbaru menggunakan lem khusus (adhesive) untuk menutup bodi belakang (backcover) dan menempelkan layar. Raba bagian tepi antara casing belakang dan rangka ponsel dengan jari Anda secara perlahan.

Jika Anda merasakan tonjolan lem yang tidak rata, atau menemukan celah (gap) yang tidak simetris antara bodi dan layar, ini adalah sinyal bahaya. Kemungkinan besar, perangkat tersebut pernah dibuka secara paksa, seringkali untuk mengganti baterai yang sudah kembung atau komponen kritis lainnya.

Uji Kualitas Layar: Pembeda LCD Original dan Tiruan

Selain inspeksi fisik, kualitas layar juga menjadi indikator penting. Layar KW atau tiruan sering menunjukkan kontras yang buruk, warna yang pudar, serta adanya kebocoran cahaya (backlight bleeding) yang terlihat jelas di area tepi layar.

Mengecek komponen internal, termasuk layar, adalah langkah krusial untuk memastikan masa pakai perangkat jangka panjang dan menghindari kerugian di kemudian hari. Tim redaksi Mureks menyarankan untuk selalu membandingkan tampilan layar dengan unit orisinal jika memungkinkan.

Dengan melakukan inspeksi menyeluruh ini, Anda dapat meminimalisir risiko tertipu dan mendapatkan ponsel bekas yang benar-benar berkualitas.

Mureks