Olahraga

Vincenzo Italiano Tegaskan Bologna Tak Akan Ulangi Kesalahan Fatal Kartu Merah Cambiaghi

Pelatih Bologna FC, , menegaskan timnya tidak akan mengulangi kesalahan fatal yang berujung pada kartu merah saat menghadapi Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Insiden tersebut menjadi sorotan utama setelah Bologna harus puas berbagi poin 1-1 dalam laga Serie A yang berlangsung Minggu, 11 Januari 2026.

Bologna sempat unggul berkat gol dari Cambiaghi. Namun, petaka datang ketika pemain yang sama diusir dari lapangan. Wasit, setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), mengubah keputusan awal kartu kuning menjadi kartu merah untuk Cambiaghi. Ia dinilai menyikut Ignace van der Brempt dari Como yang mendorongnya dari belakang. Keputusan ini membuka celah bagi Como untuk menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol indah Martin Baturina di menit ke-94.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Italiano Soroti Keputusan Wasit dan Performa Tim

“Menurut pandangan saya, itu bukanlah sikutan yang layak diganjar kartu merah, tetapi bagaimanapun Anda tidak boleh menempatkan wasit dalam posisi untuk mengevaluasi hal semacam itu,” ujar Italiano kepada media pasca-pertandingan. Ia menambahkan bahwa Cambiaghi telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada tim, serta meyakini pemainnya tidak akan mengulangi insiden serupa di masa mendatang.

Catatan Mureks menunjukkan, hasil imbang ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Bologna menjadi enam pertandingan terakhir di Serie A. Italiano mengakui adanya perbaikan dalam performa tim, namun menyayangkan kesalahan yang berujung pada bermain dengan 10 pemain.

“Kami sebagian telah kembali,” kata Italiano, merujuk pada tanda-tanda positif yang terlihat saat melawan Atalanta. “Tetapi kami tidak seharusnya berbuat kesalahan dengan bermain dengan 10 pemain, dan gol kelas dunia itu membuat kami gagal membawa pulang tiga poin.”

Fokus Perbaikan dan Mentalitas

Italiano juga menyoroti pentingnya kecepatan dan kemampuan menutup ruang saat menghadapi tim seperti Como yang agresif dalam penguasaan bola. “Saat melawan Como, Anda harus cepat dan menutup ruang ketika mereka menguasai bola,” tegasnya. Ia berjanji akan bekerja keras untuk mengembalikan tim ke jalur kemenangan.

Sebelumnya, Bologna berhasil mencapai final Supercoppa Italiana, mengalahkan Inter melalui adu penalti sebelum akhirnya takluk 0-2 dari Napoli. Mureks merangkum, setelah pencapaian tersebut, timnya sempat lengah. Italiano menekankan bahwa mentalitas seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

Dengan fokus pada perbaikan dan penekanan pada mentalitas, Italiano berharap Bologna dapat segera bangkit dari tren negatif ini dan kembali bersaing di papan atas Serie A.

Mureks