Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswa asal Sumatera yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian institusi untuk memastikan keberlangsungan studi para mahasiswa tersebut.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, menjelaskan di Ambon pada Selasa (6/1) bahwa Rektor Unpatti telah menginstruksikan jajaran untuk segera menggalang dana dan mendata mahasiswa yang terdampak sejak awal bencana terjadi. “Sejak awal kejadian bencana, Pak Rektor memerintahkan untuk menggalang dana. Pada saat itu juga kami membagikan bantuan sembako kepada 80 mahasiswa Unpatti asal Sumatera yang terdampak bencana,” ujar Nur Aida.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Selain bantuan sembako, Unpatti juga telah mentransfer dana sebesar Rp100 juta. Dana ini disalurkan melalui rekening koordinator Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk selanjutnya diteruskan kepada mahasiswa korban bencana. Menurut Nur Aida, bencana alam tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga mahasiswa, terutama karena aktivitas orang tua sebagai pencari nafkah terhambat.
“Mahasiswa kami ini terdampak bencana, sehingga kegiatan orang tua mereka untuk mencari nafkah ikut terhambat. Ini menjadi perhatian khusus Unpatti agar mereka tetap bisa melanjutkan studi dan beban yang dihadapi dapat sedikit diringankan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Mureks mencatat bahwa Unpatti juga tengah mempertimbangkan pemberian keringanan atau potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) khusus bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Hal ini diharapkan dapat semakin meringankan beban finansial yang mereka hadapi.
Tidak hanya fokus pada mahasiswa, Unpatti juga menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan mengirimkan tim kesehatan. Tim ini bertugas membantu penanganan korban banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Aceh.
Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy, menyatakan bahwa pengiriman tim medis merupakan bagian dari komitmen sivitas akademika Unpatti dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. “Unpatti tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Kehadiran tim medis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera,” kata Fredy.
Ia turut menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi bencana. Fredy juga mengapresiasi kesiapan tenaga medis dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpatti yang bersedia terjun langsung ke lapangan. Tim Bantuan Medis Tanggap Bencana Unpatti melaksanakan tugas dengan fokus pelayanan kesehatan di rumah sakit dan posko-posko kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Selama bertugas, tim medis FK Unpatti aktif berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Centre (HEOC) Kementerian Kesehatan. Koordinasi ini dilakukan guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal dan terintegrasi.






