Komposer legendaris seri Final Fantasy, Nobuo Uematsu, mengungkapkan bahwa Square (kini Square Enix) memiliki semacam ‘kecerobohan’ dalam hal pengeluaran saat pengembangan Final Fantasy 9. Kecerobohan ini memungkinkan tim untuk pindah ke Hawaii, meskipun tanpa rencana yang matang, dan bahkan membeli mobil dengan plat nomor pribadi.
Era Keemasan dan Pengeluaran Fantastis
Akhir tahun 90-an dikenal sebagai era keemasan bagi Square. Antara tahun 1997 dan 2000, perusahaan ini mengembangkan dan menerbitkan berbagai judul sukses seperti Final Fantasy 7, Parasite Eve, Final Fantasy Tactics, Final Fantasy 8, Tactics Ogre, dan Vagrant Story. Berada di puncak kesuksesan ini, Uematsu meyakini bahwa perusahaan menjadi sangat boros dalam pengeluarannya.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dalam sebuah wawancara dengan Famitsu yang diterjemahkan oleh GamesRadar+, Uematsu menjelaskan bagaimana tim memutuskan untuk pindah ke Hawaii untuk mengembangkan Final Fantasy 9, sebagian besar didasarkan pada ‘feeling‘ semata. “Saya bertanya-tanya mengapa [tim pindah ke Hawaii],” kata Uematsu. “Mungkin [kreator Final Fantasy Hironobu] Sakaguchi hanya ingin tinggal di sana. Square punya semacam kecerobohan saat itu. Kami jelas tidak punya rencana yang matang. Hanya ada semacam ‘jika kita pergi ke Hawaii kita bisa melakukannya’ vibe.”
Plat Nomor Khusus dan Kesenjangan
Pengeluaran Square yang ‘murah hati’ tidak berhenti pada pemindahan seluruh tim pengembangan untuk tinggal di Hawaii selama setahun. Seniman game Hideo Minaba sebelumnya pernah memamerkan plat nomor pribadinya di Hawaii, yang bertuliskan ‘FF9378’. Angka ‘378’ dapat dibaca sebagai nama Minaba dalam bahasa Jepang.
Uematsu menjelaskan bahwa Minaba bukan satu-satunya yang menghabiskan uang untuk plat nomor khusus. “Bus kota sangat tidak nyaman [di Hawaii] saat itu, jadi semua orang membeli mobil,” jelas Uematsu. “Saya juga punya plat nomor pribadi ‘FF9.’ Tapi setelah itu saya melihat salah satu animator Amerika punya plat nomor ‘ani-m8r’, dan saya berpikir ‘kenapa saya punya plat nomor sesederhana FF9?'”
Staf animasi Amerika tersebut baru direkrut oleh Square untuk mengerjakan Final Fantasy 9, menunjukkan bahwa Square memberikan kompensasi yang besar bahkan kepada karyawan terbaru mereka. Mureks mencatat bahwa di tengah kondisi industri game saat ini yang seringkali diwarnai kabar kurang menyenangkan, kisah ini menjadi pengingat akan era di mana pengembang game mendapatkan kompensasi yang sangat baik.
Referensi penulisan: www.gamesradar.com






