Doa qunut merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat muslim, khususnya saat menunaikan sholat Subuh. Bacaan ini diamalkan setelah i’tidal pada rakaat terakhir sholat Subuh, sebelum melakukan sujud. Selain sholat Subuh, doa qunut juga dianjurkan dalam sholat witir sebagai bagian dari sholat malam terakhir.
Secara istilah, qunut merujuk pada doa yang dibaca dalam sholat pada waktu tertentu saat berdiri, sebagaimana dijelaskan dalam buku Kupas Tuntas Qunut Subuh karya Galih Maulana. Pelaksanaannya selalu dilakukan sebelum seorang muslim bersujud.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Hukum dan Dalil Doa Qunut Subuh
Mengenai hukum pembacaan doa qunut dalam sholat Subuh, terdapat perbedaan pandangan di kalangan mazhab. Dalam kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi, terjemahan Ulin Nuha, disebutkan bahwa hukum membaca doa qunut dalam sholat Subuh adalah sunnah menurut pendapat mazhab Syafi’i dan Maliki. Ini berarti pembacaan qunut Subuh sangat dianjurkan, namun tidak sampai pada hukum wajib.
Penetapan hukum sunnah muakkad ini didasarkan pada hadits dari Anas bin Malik RA, yang menyatakan: “Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh sehingga beliau wafat.” (HR Ahmad). Sementara itu, mazhab Hanafi berpandangan bahwa doa qunut tidak disunnahkan untuk dibaca.
Tujuh Keutamaan Mengamalkan Doa Qunut Subuh
Mengamalkan doa qunut dalam sholat Subuh, menurut catatan Mureks, dapat mendatangkan berbagai keutamaan bagi seorang muslim. Merujuk pada sumber yang sama, berikut adalah tujuh keutamaan tersebut:
- Memperkuat Hubungan dengan Allah SWT: Doa qunut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Khalik. Melalui doa ini, muslim merasa lebih dekat dengan Allah, merenungkan kebesaran-Nya, dan mengungkapkan rasa ketergantungan penuh kepada-Nya.
- Dilindungi dari Kejahatan: Dalam qunut, seorang muslim memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan dan fitnah. Doa ini diyakini dapat menjadi perisai dari berbagai malapetaka dan bahaya.
- Mendapat Petunjuk dari Allah SWT: Dengan membaca doa qunut, muslim juga memohon petunjuk dari Allah SWT. Amalan ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Mendapat Perlindungan Dunia dan Akhirat: Doa qunut mencakup permohonan perlindungan dari Allah SWT, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ini meliputi perlindungan dari bahaya fisik di dunia serta dari api neraka di akhirat.
- Terhindar dari Penyakit Hati: Doa qunut membantu menjaga hati dari penyakit-penyakit seperti iri, dengki, dan kebencian. Pembacanya diharapkan memiliki hati yang bersih dan terhindar dari penyakit hati yang merusak.
- Mendatangkan Banyak Berkah: Mengamalkan doa qunut juga menjadi cara untuk mendatangkan berkah dalam hidup. Muslim memohon kepada Allah SWT untuk melimpahkan berkah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk keluarga, pekerjaan, dan kesejahteraan.
- Mendatangkan Rezeki dan Nikmat: Doa qunut juga berisi permohonan rezeki dan nikmat dari Allah SWT. Ini adalah momen bagi seseorang untuk berharap agar Allah SWT senantiasa memberikan rezeki dan kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Panjang dan Pendek
Terdapat dua versi bacaan doa qunut Subuh yang umum diamalkan, yaitu versi pendek dan panjang. Berikut adalah lafaz dan artinya:
1. Doa Qunut Subuh Versi Pendek
للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’idzuu man aadaita tabarakta rabbanaa wa ta’aalait
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan. Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan. Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”
2. Doa Qunut Subuh Versi Panjang
Menurut buku Doa & Dzikir Lengkap Sunah oleh Kustiana Mara, terdapat juga bacaan doa qunut versi lebih panjang. Berikut lafaznya:
اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
Allahhummahdinii fiiman hadait, wa’a finii fiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik, fa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa’atuubu ilaik, Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi wabaraka wasallam
Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri ampun. Dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau pelihara. Dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka. Dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum. Maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”






