Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang, Toyota, secara resmi mengumumkan perubahan signifikan pada struktur divisi balapnya. Divisi yang sebelumnya dikenal sebagai Toyota Gazoo Racing kini berganti nama menjadi Gazoo Racing, menandai pemisahan dan fokus yang lebih tajam pada pengembangan kendaraan performa tinggi.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kehadiran Gazoo Racing di berbagai ajang balap bergengsi dunia, seperti World Rally Championship (WRC), serta kompetisi lain yang menggunakan basis mobil produksi massal. Perubahan ini diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pengembangan teknologi dan performa di lintasan balap.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Gazoo Racing sendiri memiliki sejarah panjang yang berawal pada tahun 2007. Kala itu, Akio Toyoda, yang menjabat sebagai Vice President Toyota Motor Corporation (kini Chairman), berkompetisi dalam balap ketahanan Nurburgring 24 Hours. Menariknya, pada masa itu, keterlibatan Toyoda dalam balapan belum diakui secara resmi oleh TMC sebagai aktivitas perusahaan, sehingga penggunaan nama Toyota tidak diizinkan.
Meskipun berhasil menyelesaikan balapan, Toyoda merasakan tekanan besar dari para rival Eropa yang menggunakan mobil pengembangan khusus. Pengalaman ini memicu tekadnya untuk menyamai level pesaing melalui berbagai proyek pengembangan, termasuk Lexus LFA pada tahun 2010 dan Toyota 86 yang berbagi platform dengan Subaru BRZ.
Baru pada tahun 2015, nama Toyota Gazoo Racing secara resmi digunakan untuk menaungi beberapa divisi balap lain, seperti Toyota Racing dan Lexus Racing. Sejak saat itu, Toyota aktif melakukan pengembangan lini motorsport mereka dengan basis mobil produksi yang telah dijual secara massal.
Seiring waktu, Toyota mulai mengubah strateginya. Mereka kini lebih dulu merancang mobil dengan spesifikasi balap secara independen, kemudian menyesuaikannya untuk produksi massal, seperti yang terlihat pada model ikonik GR Yaris. Catatan Mureks menunjukkan, pendekatan ini memungkinkan transfer teknologi dari lintasan balap ke jalan raya menjadi lebih efektif.
Pihak Toyota berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan serupa di bawah bendera Gazoo Racing. Mereka berambisi menghadirkan lini kendaraan performa tinggi yang sepenuhnya mewarisi DNA Toyota, baik untuk kebutuhan trek balap maupun konsumen umum.
“Bersama seluruh stakeholder, TGR di bawah nama Gazoo Racing memiliki tujuan untuk membuat mobil dari pengembangan ajang balap yang semakin baik serta membina talenta pembalap, insinyur sampai mekanik,” demikian bunyi keterangan resmi Toyota yang dirilis pada 8 Januari 2026.
Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, mulai 7 Januari 2026, pusat riset dan pengembangan Toyota di Jerman yang sebelumnya bernama Toyota Gazoo Racing Europe, resmi berganti nama menjadi Toyota Racing. Divisi Toyota Racing ini akan memfokuskan diri pada pengembangan teknologi terkini untuk lini mobil yang digunakan dalam berbagai aktivitas balap, termasuk reli.
Adapun transisi perubahan logo atau emblem untuk mengikuti pergantian nama resmi ini akan berlaku mulai tahun 2027.






