Server game Anthem akan secara resmi menghentikan operasionalnya pada 12 Januari 2026. Penutupan ini menandai akhir dari sebuah game yang sering disebut sebagai titik terendah, bahkan ‘luka mematikan’, bagi BioWare, studio yang dulunya dikenal sebagai raja RPG.
Anthem: Ambisi yang Gagal dan Resepsi Buruk
Dirilis pada tahun 2019, Anthem hadir sebagai looter-shooter co-op live-service. Genre ini sangat berbeda dari game-game RPG epik yang sebelumnya melambungkan nama BioWare.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Game ini menerima resepsi yang buruk dari kritikus dan pemain. Steven Messner, dalam ulasannya, memberikan skor 55% dan menyebutnya “sangat cacat dan sering membuat frustrasi,” meskipun mengakui visualnya yang indah.
Setahun setelah rilis, BioWare berjanji untuk “menemukan kembali” game tersebut. Namun, pada tahun 2021, eksekutif Electronic Arts (EA) memutuskan untuk membatalkan pengembangan lebih lanjut. Meskipun demikian, server game tetap beroperasi selama bertahun-tahun, melayani segelintir penggemar setia.
Kini, penutupan server pada 12 Januari 2026, yang hanya tinggal tujuh hari dari sekarang, akan mengakhiri semua cara untuk memainkan Anthem.
Jejak Kontroversi BioWare dan Luka Mematikan Anthem
BioWare sendiri memiliki jejak kontroversi yang cukup panjang. Banyak penggemar tidak menyukai akhir cerita Mass Effect 3 pada tahun 2012, sementara Dragon Age 2 (2011) juga menuai banyak kritik. Kemudian, Mass Effect: Andromeda (2017) dirilis dengan banyak bug dan dianggap kurang memuaskan bahkan setelah perbaikan.
Namun, menurut Mureks, Anthem adalah titik nadir. Kegagalan Anthem dianggap sebagai “luka mematikan” yang membuat banyak pengamat bertanya-tanya apakah studio yang pernah dicintai itu sedang menuju akhir yang suram dan senyap.
Anthem terasa seperti puncak dari filosofi EA yang, dalam kata-kata veteran studio David Gaider, menyatakan bahwa BioWare “tidak perlu mencoba menarik” penggemar tradisionalnya. Gaider pernah berujar, “Anda harus khawatir tentang orang-orang yang bukan [penggemar RPG], yang merupakan audiens yang sebenarnya kami inginkan, yang jauh lebih besar.”
Jika penutupan Anthem pada 12 Januari tidak mengakhiri filosofi tersebut, mungkin tidak ada yang akan mengakhirinya.
Masa Depan BioWare Pasca-Anthem
Sejak pengembangan Anthem secara resmi berakhir, BioWare telah merilis dua game: Mass Effect Legendary Edition dan Dragon Age: The Veilguard. Edisi remaster dari tiga game Mass Effect klasik diterima dengan baik, sementara Dragon Age terbaru mendapatkan respons yang lebih hangat.
Masa depan BioWare, menurut banyak pihak, akan sangat bergantung pada bagaimana game Mass Effect berikutnya diterima. Penulis artikel ini mengaku tidak dapat mengatakan bahwa ia optimis.






