Kamis, 08 Januari 2026
Boostgate Esports, tim perwakilan Turki, berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke babak Swiss Stage M7 World Championship. Kemenangan dramatis 3-2 atas Virtus Pro di pertandingan penentu Wild Card M7 ini tak hanya memastikan tiket mereka, tetapi juga menyisakan kesan mendalam bagi sang pelatih, Tezet.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kemenangan Bersejarah bagi Boostgate Esports
Dalam laga yang berlangsung sengit, Boostgate Esports tampil sebagai tim underdog. Mereka harus berjuang keras untuk mengejar perolehan game setiap kali Virtus Pro berhasil unggul. Puncak ketegangan terjadi di game terakhir, di mana Boostgate menunjukkan ketenangan dan strategi matang untuk menaklukkan perlawanan sengit dari Virtus Pro.
Kemenangan ini membawa Boostgate Esports menyusul tim senegara, Aurora Turkiye, ke babak Swiss Stage. Tantangan berat menanti mereka, karena di pertandingan pertama Swiss Stage, Boostgate akan langsung berhadapan dengan raksasa esports, ONIC Esports.
Tezet: “Serasa Juara M7”
Usai pertandingan, dalam sesi konferensi pers, pelatih Tezet asal Indonesia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia menyebut kemenangan Boostgate Esports di pertandingan decider ini sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya.
“Buat saya pribadi, bahkan buat kami, kemenangan ini tuh luar biasa banget. Mungkin orang lihatnya (kita seperti habis) juara M7, memang demikian,” ujar Tezet, Kamis (08/01/2026).
Tezet mengakui bahwa timnya, yang diperkuat Kazue dan kawan-kawan, bukanlah tim yang difavoritkan di babak Wild Card M7. Mureks mencatat bahwa perjalanan Boostgate untuk mencapai Wild Card pun penuh rintangan, menambah nilai pada kemenangan mereka atas tim unggulan.
“Kami bukan siapa-siapa, bahkan masuk ke wild card pun susah. Sekarang bisa menang melawan tim yang diunggulkan, sangat bersyukur,” lanjutnya, menyoroti perjuangan timnya.
Ledakan Emosi Pemain dan Peran Tezet
Momen jatuhnya base Virtus Pro di game terakhir memicu ledakan emosi para pemain Boostgate. Mereka melompat, saling berpelukan, bahkan beberapa di antaranya melakukan taunting kepada pemain Virtus Pro. Steward di lokasi bahkan harus turun tangan untuk menenangkan suasana.
Sebelumnya, Tezet pernah mengungkapkan bahwa emosi adalah salah satu tantangan terbesar yang harus diatasi timnya. Ia memiliki peran krusial dalam meregulasi emosi pemain agar tetap berada di jalur positif.
“Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, kami ini emosional. Kalau kita marah, kita marah banget. Kita senang, senang banget. Sedih, sedih banget,” kata Tezet.
“Hal-hal itu bisa jadi negatif, bisa jadi positif. Tinggal bagaimana kita menyikapinya,” pungkasnya, menekankan pentingnya manajemen emosi dalam kompetisi tingkat tinggi.





